Pembinaan Pegawai, Perlu Sinergitas Anggaran Tahun 2020


Pembinaan Pegawai, Perlu Sinergitas Anggaran Tahun 2020
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2019-12-02 13:24:43

Yogyakarta (Inmas DIY) - Pembinaan pegawai, Senin (2/12) di ruang aula diikuti seluruh ASN di lingkungan Kanwil Kemenag DIY. Hadir dalam kesempatan tersebut Kakanwil Edhi Gunawan didampingi Kabag TU Muhammad Wahib Jamil dan jajaran pejabat eselon III. Selaku moderator, Wahib memaparkan hasil kegiatan Pengelolaan BMN di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam forum tersebut pihaknya menyampaikan tingginya Indeks Kinerja pelaksanaan anggaran Kemenag DIY yakni sebesar 94,5% dan berhasil masuk peringkat pertama untuk tingkat nasional. 

Lebih lanjut ia menjabarkan ada 12 indikator, salah satunya penyelesaian pagu minus. "Hal ini perlu disikapi dengan strategi bagaimana mengatasi pagu minus, karena adanya ambivalensi dimana satu sisi kelebihan sementara sisi yang lain kekurangan," lugasnya. Indikator selanjutnya terkait indeks kinerja antara lain: kesesuaian antara rencana penarikan harian dengan anggaran yang ada, terjadinya penolakan SPM karena ketidaksesuaian antara akun yang diminta dengan ketersediaan anggaran, dan juga penetapan BMN. "Jadi ada tidaknya penghapusan BMN tetap barang harus diinventaris sehingga dalam penetapannya menjadi jelas," tegasnya.

Lain halnya dengan indeks kinerja, penyerapan anggaran di Kemenag DIY hingga akhir November ini baru dalam kisaran 83,53% artinya harus puas menduduki urutan ke-21 dari 33 provinsi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan terkait orientasi pelaksanaan anggaran di tahun 2020 supaya dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat. "Harus terjadi sinergi anggaran di berbagai unit kerja dan dimungkinkan pelaksanaan anggaran dimaksimalkan diadakan di kantor," urai Wahib kemudian.

Sementara itu, Kakanwil Edhi menyinggung perihal etika dalam berbangsa dan bernegara yang sudah mulai menurun. Termasuk mulai pudarnya budaya bangsa kita. Menurutnya, ada nuansa yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Menyikapi hal ini, pihaknya menghimbau kepada ASN Kemenag DIY untuk berhati-hati dalam memberikan statemen terkait status di media massa, meskipun hanya sekedar "like" apalagi memberi komentar. "Untuk mengatasi hal tersebut, lebih baik kita bersikap diam," pungkasnya. (tnf)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 409

Bagikan