PAS Istimewa bagi Difabel Netra MAN 2 Sleman


PAS Istimewa bagi  Difabel Netra MAN 2 Sleman Para siswa tunanetra sedang mengerjakan PAS dengan gadget.
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-12-02 09:20:40

Sleman (MAN 2 Sleman)- Hadirnya berbagai teknologi digital pada era Revolusi Industri 4.0 ternyata menjadi anugerah tersendiri bagi para penyandang kebutuhan khusus. Begitu juga para siswa penyandang tunanetra yang menuntut ilmu di MAN 2 Sleman. Mereka sangat akrab dengan teknologi digital.  Mulai dari berkomunikasi, jasa transportasi online, belanja online, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk sarana pembelajaran. Keseharian para siswa ini tidak terlepas dari gadget. Benda ajaib ini telah menjadi alat bantu dalam mendaras materi-materi pelajaran, membaca ebook, maupun mengerjakan soal-soal ujian.

 Selama Penilaian Akhis Semester (PAS) berlangsung (29/11-10/12) mereka memanfaatkan gadget untuk menjawab soal-soal PAS. Jawaban kemudian mereka kirim langsung kepada guru yang mengampu mapel melaui WA. Sebagian menjawab langsung dalam format WA, sebagian lainnya mengetik dalam bentuk word. Semua peserta PAS tunanetra tampat sangat lancar daalam mengetik tanpa memerlukan bantuan guru. Ajaibnya, beberapa siswa hampir tidak mengalami kesalahan pengetikan termasuk pemakaian huruf besar dan tanda baca.

Saat dimintai komentarnya, guru Bahasa Arab, Badrudin mengatakan bahwa mereka sangat disiplin dalam tata tulis, mereka juga jarang menggunakan singkatan saat mengetik di gadget. Ini patut dicontoh karena rata-rata pengguna medsos kurang disiplin dalam hal ini. Sementara itu, Guru Bahasa Indonesia, Ahmad Arief Ma’ruf mengatakan, “Saya sungguh salut pada mereka semua. Meskipun mereka tidak bisa melihat tetapi mereka sangat aktif dalam berkomunikasi secara online. Bahkan beberapa siswa kelas X ada yang rajin menulis puisi dan cerpen menggunakan gadget.”

Pada kesempatan yang sama, Kepala Madrasah, Ali Asmu’i berharap semoga paraa siswa tunanetra sukses dalam menjalani PAS. “Sebenarnya, mereka sudah selangkah lebih maju. Di saat siswa lain masih menggunakan kertas, justru mereka sudah paperless,” ujar Ali sambil tersenyum.

Kontributor : MAN2SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 271

Bagikan