Upacara HUT ke 48 KORPRI, Kepala MTsN 3 Bantul Bacakan Sambutan Presiden


Upacara HUT ke 48 KORPRI, Kepala MTsN 3 Bantul Bacakan Sambutan Presiden Upacara hari KORPRI di MTsN 3 Bantul
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-12-01 19:37:33

Bantul (MTsN 3 Bantul) - Saat ini, kita berada di dunia yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan dua puluh, tiga puluh atau empat puluh tahun yang lalu. Revolusi industri jilid ke-4 telah mendisrupsi segala lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan. Di sisi lain, persaingan antarnegara juga semakin sengit untuk berebut teknologi, berebut pasar dan memperebutkan talenta-talenta hebat yang digunakan untuk memajukan negaranya. Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut. Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru. Kecepatan, kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain.

Demikian disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) ke 48 KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia) yang dibacakan Kepala MTsN 3 Bantul Sugiyono, S.Pd. dalam upacara bendera di halaman madrasah pada Jumat (29/11). Upacara diikuti oleh seluruh civitas akademika madrasah hijau Giriloyo itu termasuk para siswa madrasah. Lebih lanjut Kamad menyampaikan pesan presiden terkait kemajuan teknologi yang mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan.

Presiden juga mengajak seluruh anggota KORPRI untuk terus menerus bergerak mencari terobosan, terus menerus melakukan inovasi. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi. Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar. Negara dengan 17 ribu pulau, dengan agama, suku, budaya dan bahasa daerah yang beragam. Kita adalah negara yang ber-bhinneka tunggal ika. Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Kemajemukan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia, yang harus kita jaga dan rawat bersama-sama. (ist)

Kontributor : MTSN3BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 67

Bagikan