Jelajah Laras, Guru Seni Budaya Prakarya MTs se- Bantul


Jelajah Laras, Guru Seni Budaya Prakarya MTs se- Bantul Foto bersama usai berlatih Nabuh Gamelan
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-12-01 14:11:03

 

Bantul (MGMP SBP MTs) - Meski cuaca siang itu cukup terik, dan udara juga cukup gerah, namun belasan guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya dan Prakarya MTs Kabupaten Bantul nampak asyik dalam kegiatan yang bertajuk “Jelajah Laras.”

Jelajah Laras, Guru Seni Budaya Prakarya MTs se- Bantul

Dibawah bimbingan seniman sekaligus akademisi ISI Yogyakarta Ki Udreka Hadi Swasono, S.Sn,M.Sn, para guru mengikuti kegiatan di rumahnya, Tonayan Kebonagung Imogiri Bantul, Kamis (28/11). Turut membersamai kegiatan itu, Konsultan Edukasi  Yogyakarta Drs. Edih Supardi, M.Pd dan Ketua MGMP Seni Budaya Prakarya MTs Kemenag DIY Drs.Sutanto.

Menurut Udreka dengan belajar Gamelan dapat membentuk pribadi yang halus perasaanya, santun, rendah hati, tidak egois, tepa selira kepada orang lain.

Ia memberi contoh, suatu waktu dirinya pernah membuat lomba “Ndherek Langkung” (permisi dihadapan orang) yang membuat penasaran teman dosen maupun seniman lainnya. Ternyata banyak anak muda yang tidak tahu bagaimana cara menghormati oranglain saat lewat di depannya.

Lebih lanjut Penasehat I Pengurus Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Bantul tersebut mengemukakan, meski benda mati, namun  gamelan mestinya juga diperlakukan dengan sopan. “Saat melewati gamelan etikanya tak boleh dilompati, namun harus dipinggirkan dulu,” terangnya.

Dalam kesempatan itu dikenalkan berbagai instrumen dalam gamelan yaitu : 1.Kendang atau Gendang yang berfungsi untuk mengatur irama dan tempo dari gendhing (lagu yang dimainkan), 2.Gong merupakan alat musik gamelan yang paling besar. Alat ini berfungsi untuk memberi tanda awal dan berakhirnya sebuah lagu atau gendhing, 3.Suling dalam musik gamelan berfungsi sebagai Pangrengga lagu., 4.Gambang merupakan salah satu alat musik gamelan yang dimainkan dengan cara dipukul dengan alat yang disebut tabuh.Memiliki bentuk dan suara yang unik dan khas. 5.Bonang fungsinya yaitu sebagai penguat melodi dasar pada sebuah lagu (gendhing), 6. siter berfungsi sebagai pengendali cengkok. Siter dapat mengeluarkan  suara khas dari 11 dawainya. Pada umumnya alat musik gamelan ini dimainkan dengan kecepatan yang sama dengan alat musik gambang, 7.Rebab dimainkan dengan cara digesek mirip alat musik biola. Fungsimua yaitu sebagai instrument pemuka dan dijuluki sebagai pemimpin lagu terutama dalam tabuhan yang lirih. 8.Kenong fungsinya sebagai penentu batas-batas gatra dan berguna untuk menegaskan irama. Kempul untuk mengatur tempo dari lagu (gendhing) yang dimainkan,9. Kempyang berfungsi sebagai alat musik ritmis dalam pertunjukan gamelan.Selain itu digunakan untuk membantu kendang agar menghasilkan sebuah ritme yang diinginkan. Alat musik gamelan terakhir adalah gender. Gender dibuat dari logam kuningan yang dibentuk menjadi bilah bilah. Pada umumnya alat musik ini memiliki 10 sampai 14 bilah yang saat dimainkan menghasilkan nada yang berbeda.

Dalam kesempatan itu dijelaskan tentang laras yang dipakai dalam gamelan yakni : laras slendro merupakan sistem urutan nada yang terdiri dari lima nada dalam satu gembyang (oktaf), nada tersebut diantaranya ; 1 (ji), 2 (ro), 3 (lu), 5 (mo), 6 (nem). Istilah ji, ro, lu, mo, nem tersebut merupakan nama singkatan angka dari bahasa jawa, ji berarti siji (satu), ro berarti loro (dua) lu berarti telu (tiga), mo berarti limo (lima) dan nem berarti enem (enam). Selain laras slendro, dalam karawitan jawa juga dikenal istilah laras pelog, yakni tangga nada yang terdiri dari tujuh nada yang berbeda. Nada-nada tersebut diantaranya nada; 1 (ji), 2 (ro), 3 (lu), 4 (pat), 5 (mo), 6 (nem) dan 7 (pi).

Setelah penjelasan sekilas tentang intrumen dilanjutkan praktik menabuh gamelan. Adapun pembagiannya : Sutanto (Kendang), A. Rismanta (Demung), Zamroni (Gong),  Dalgiyono (Peking),  Justin (Gender), Rita, Lucki, Jumaryati (Saron), Heni (Bonang Barung), Tri Wiyono (Kenong), Mulyo Rejoso (Bonang Penerus).

Udreka membimbing para guru dengan sabar dan telaten sampai bisa menabuh dasar baik dalam laras slendro maupun pelog.

Konsultan Edukasi Yogyakarta Edih Supardi mengapresiasi pelatihan yang digelar, guru seni budaya dan prakarya sudah sepatutnya tak hanya menguasai segi pengetahuan namun layak menguasai skill. “Kegiatan ini sangat bagus dilakukan, namun mestinya tak hanya sekali ini saja mesti berkelanjutan bila ingin skillnya meningkat.”

Senada dengan yang disampaikan Edih, selaku Ketua tingkat DIY Sutanto cukup bangga dengan guru MTs di Bantul yang konsisten mengadakan pertemuan dengan berbagai kegiatan termasuk menabuh gamelan. “Saya tak bisa melupakan Bantul, karena MGMP Seni Budaya Prakarya MTs DIY embrionya dari Bantul,” tandasnya.(tan)

 

 

Kontributor : MTSN6KP
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 763

Bagikan