Simulasi SPAB, MAN 1 Bantul Diguncang Gempa 5,8 SR


Simulasi SPAB, MAN 1 Bantul Diguncang Gempa 5,8 SR Tim kesehatan membawa korban gempa dari MAN 1 Bantul pada simulasi SPAB.
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-11-28 16:07:56

Bantul (MAN 1 Bantul) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan siswa MAN 1 Bantul pada Rabu (27/11) di halaman MAN 1 Bantul.

Menurut Kepala MAN 1 Bantul, Moh. Fadlil Afif Lc, simulasi ini dilakukan oleh BPBD karena wilayah DIY khususnya Bantul merupakan daerah yang rawan bencana terbukti dari gempa yang sering terjadi di daerah ini. “Simulasi ini diadakan karena wilayah kita rawan dengan berbagai  bencana, dan kebanyakan masyarakat  kita belum begitu mengetahui bagaimana cara menyelamatkan diri dari bencana, serta hal ini begitu penting,” tandas Fadlil.

Simulasi SPAB, MAN 1 Bantul Diguncang Gempa 5,8 SR

Simulasi SPAB, MAN 1 Bantul Diguncang Gempa 5,8 SR

Simulasi SPAB, MAN 1 Bantul Diguncang Gempa 5,8 SR

Simulasi dimulai pukul 09.50 WIB oleh Heni Priliantari, M.Pd sebagai narator. Awalnya aktivitas siswa pun berjalan seperti biasa. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang disusul gempa 5,8 SR. Semua siswa pun panik. Tim SPAB segera koordinasi dan bergegas menyelamatkan siswa. Kepala Madrasah segera melapor ke Camat dan BPBD. Setelah semua siswa terkumpul di titik kumpul, ternyata sekitar 12 siswa masih tertinggal di dalam kelas mengalami luka dan patah tulang, tim medis dan SAR segera mengambil tindakan. Guru-guru pun menenangkan siswa yang histeris dan gejala trauma. Setelah semua sudah terkondisi, simulasi dinyatakan selesai.

Sebelum acara peresmian ini dibuka, ada rangkaian  praacara yaitu tari perjuangan dan fashion show dari MAN 1 Bantul, Inagurasi pencak silat dari SMK Muh Bantul, dan selingan karawitan dari SMAN 1 Imogiri untuk menunggu Bupati datang. Kedatangan Bupati yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Dra. Sri Ediastuti, M. Sc., disambut meriah oleh hadroh Al-Mubarak MAN 1 Bantul, para guru, Kapolsek, Danramil, serta beberapa panitia.

Peresmian SPAB dibuka dengan pemencetan bel oleh oleh Dra. Sri Ediastuti, M.Sc. Dalam sambutanya, Ediastuti membacakan pesan dari Bupati bahwa menejemen dalam keadaan bencana sangat diperlukan agar tidak ada tumpang lindung dalam pekerjaan. “Perlu adanya ukhuwah, tebar peran, saling bersinergi, bahu-membahu, serta bergotong-royong dalam mendorongnya sekolah tanggap bencana,” ungkap Ediastuti.

Pada kesempatan lain, Wakil Kepala Madrasah bidang Humas, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. mengatakan kegiatan simulasi ini merupakan pendidikan berkelanjutan dalam mengurangi risiko bencana, yang pada akhirnya warga madrasah dapat berkontribusi pada kesiapan individu maupun masyarakat terhadap bencana. “Diharapkan, kegiatan ini bisa dipahami oleh seluruh warga madrasah sehingga kita betul-betul bisa siap ketika ada bencana meskipun itu tidak diinginkan,” pungkas Edi. (Nnz)

Kontributor : MAN 1 BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 612

Bagikan