Dojo MAN 2 Kulon Progo Usung Kempo Sehat Narkoba Sesat


Dojo MAN 2 Kulon Progo Usung Kempo Sehat Narkoba Sesat Daniel dan Abiet KYU 1 coklat (asisten pelatih) sedang melatih di dojo MAN 2 Kulon Progo sebagai syarat ujian menuju I DAN, (27/11).
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-11-28 15:39:11

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo) - Ekstrakurikuler beladiri shorinji kempo adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang diunggulkan sekaligus yang tertua di MAN 2 Kulon Progo, sejak tahun 2003. PERKEMI (Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia) juga bekerja sama dengan dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) berprinsip ‘Say No To Drugs; Kempo Sehat Narkoba Sesat’, dengan kempo bisa berjiwa dan bertubuh sehat menepis narkoba yang tak manfaat.” Papar Dwiyani, kenshi pelatih kempo MAN 2 Kulon Progo di sela-sela latihan rutin yang digelar tiap Sabtu dan Rabu sore, (27/11).

Dojo sendiri mempunyai arti tempat latihan dan belajar untuk semua cabang seni bela diri. MAN 2 Kulon Progo sebagai salah satu dojo di Kulon Progo dilaksanakan di aula unit 1 maupun di halaman sekolah. Dalam praktiknya ekstrakurikuler ini juga mengikuti kurikulum pelajaran shorinji kempo  maka mau tidak mau peserta kempo harus masuk minimal dua kali dalam satu minggu dengan durasi sekurang-kurangnya empat jam. “Perlu diketahui bahwa kami para pelatih atau pengampu berharap olahraga ini bisa dikenal disukai dan digemari oleh siswa-siswi MAN 2 Kulon progo. Mengingat bahwa beladiri shorinji kempo mengedepankan pendidikan karakter yakni mencetak manusia yang berkualitas baik mental maupun fisik.”   

Dojo MAN 2 Kulon Progo Usung Kempo Sehat Narkoba Sesat

Dojo MAN 2 Kulon Progo Usung Kempo Sehat Narkoba Sesat

Yani juga menambahkan dari madrasah ini akan ada bibit unggul daerah Kulon Progo yang religius, berbudi pekerti luhur, nasionalisme, kuat fisik serta bermental baja. Selanjutnya karena beladiri ini mengedepankan pendidikan karakter maka diharapkan para siswa-siswi yang tergabung dalam ekstra shorinji kempo ini akan bisa menjadi teladan bagi sesama di manapun kapanpun dan dalam situasi apapun. Mengakhiri perbincangan Yani pun menutup dengan kalimat tegas,”Karena prinsip kami ‘kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman dan kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan’. (ast)

Kontributor : MAN2KP
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 887

Bagikan