Perjuangan Kepala MAN 2 Kulon Progo Raih Kamad Berprestasi Nasional


Perjuangan Kepala MAN 2 Kulon Progo Raih Kamad Berprestasi Nasional
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-11-25 16:43:26

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo) - “Terus terang ini sebagai hadiah buat ibu, keluarga, dan keluarga besar MAN 2 Kulon progo semoga bermanfaat bagi semua. Bagi saya, sesuatu yang membahagiakan itu ketika apa yang kita lakukan bermanfaat bagi orang lain. Inovasi ini tak hanya sekadar kata tapi bisa diimplementasikan buat madrasah dan diterima oleh warga. Satu hal yang selalu saya ingat dan menjadi pegangan saya bahwa jangan pernah menilai apa yang sudah kita berikan karena mungkin apa yang kita dapatkan lebih banyak dari apa yang kita berikan. Demikian rasa syukur Anita Isdarmini SPd MHum atas rangkaian perjuangan dan suka dukanya dalam Anugrah Guru Tenaga Kependidikan (GTK) di peringatan Puncak Hari Guru Nasional 2019, (23/11) di Hotel Novotel Sukaraja Bumi Waras Kota Bandar Lampung, Lampung.

Anita menegaskan bahwa kemenangan ini adalah kemenangan MAN 2 Kulon Progo. Hikmah selama empat tahun bersama guru, pegawai, komite, dan para siswa yang saling bersinergi memajukan MAN 2 Kulon Progo. “Cukup panjang tahapan yang harus dilalui mulai dari seleksi tahap kabupaten, provinsi, kemudian nasional. Di tingkat nasional ini sudah menjadi pilihan masing-masing provinsi seindonesia dan yang terpilih adalah yang terbaik. Peserta yang masuk grandfinal pun cukup berat karena hampir seluruh wilayah Jawa ikut,” ungkapnya.  

Perjuangan Kepala MAN 2 Kulon Progo Raih Kamad Berprestasi Nasional

Adapun tahapan seleksi yang harus dilalui untuk bisa masuk grandfinal yang pertama portofolio dan karya ilmiah. Dalam kesempatan ini Anita menulis best practice tentang ‘Madrasah Technopreneur Menghebatkan MAN 2 Kulon Progo’. Karya tulis tersebut dipresentasikan di tingkat provinsi kemudian ditentukan lima nominator dari seluruh provinsi seindonesia yang lolos tahap awal dari nilai karya tulis dan portofolio untuk maju ke tahap nasional. Pada tahapan kedua, dilakukan verifikasi administrasi tentang kebenaran data yang dikirim. Selanjutnya lima besar terpilih dipanggil ke Lampung untuk mengikuti tahap ujian tulis, presentasi karya tulis, dan wawancara. “Kebetulan saya mendapat nomor undi satu sehingga luar biasa. Dari seluruh peserta, sepertinya saya yang paling lama,”kenangnya.

Ditanya apa rencana selanjutnya, Anita memaparkan bahwa menjadi kepala berprestasi nasional ini cukup berat tanggung jawabnya karena harus menjadi teladan buat semuanya. “Yang jelas prestasi ini yang pertama saya persembahkan buat ibu dan keluarga saya yang tak henti-hentinya berdoa mendukung semua langkah saya untuk melakukan yang terbaik selama saya sakit,” papar Anita dengan suara gemetar. Ia juga mempersembahkannya kepada seluruh stake holder yang tak henti-hentinya mengembangkan MAN 2 Kulon Progo dengan potensi masing-masing dan siswa-siswa yang begitu semangat mengikuti semua kegiatan. 

Anita pun memotivasi pada seluruh guru bahwa menjadi guru itu adalah tugas mulia dan datang dari panggilan hati bukan panggilan secara fisik ataupun materi. Jadi lakukan semua dengan hati dan kembangkan semua potensi yang ada pada diri masing-masing untuk membangun siswa ataupun madrasah tempat bertugas. “Siswa dan madrasah adalah tanggung jawab kita maka mari dampingi untuk menjadi yang terbaik.” 

Anita juga menceritakan suka duka selama perjuangannya mengikuti anugrah GTK 2019 ini. Dengan keterbatasannya saat ini yang hanya mampu melihat dengan satu mata karena yang satunya tidak berfungsi. “Cukup berat karena harus melewati dan memotivasi diri agar tetap bersemangat. Pada saat ujian tulis cukup kesusahan bagaimana mengerjakan hanya dengan satu mata, itupun tidak seratus persen bisa melihat. Apalagi peserta grandfinal yang lainnya juga luar biasa karena mempunyai potensi yang sangat bagus sehingga sempat membuat saya kurang rasa percaya diri. Tetapi karena cinta saya pada MAN 2 Kulon Progo maka saat presentasi semua bisa mengalir dengan derasnya bercerita tentang MAN 2 Kulon Progo,” tandasnya.

“Alhamdulillah sangat luar biasa. Bu Anita bisa menjawab pertanyaan dewan juri dengan memuaskan. Bahkan pertanyaan spontan yang diajukan oleh Pak Dirjen juga bisa dijawab dengan memukau. Ide-ide cemerlangnya dapat memukau semua pihak walau dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan tetap bisa tampil presentasi dengan baik. Kegigihan luar biasa dan selalu jitu dalam menjawab pertanyaan.” Demikian papar Dra Hj Sulasmi MA, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Kulon Progo yang juga hadir bersama H. Ahmad Fauzi, S.H., dalam acara grandfinal mendampingi 4 kepala/guru madrasah Kulon Progo dalam acara tersebut.(ast)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 317

Bagikan