Pembentukan Karakter Disiplin dengan Rompi Orange Ala MAN 3 Sleman


Pembentukan Karakter Disiplin dengan Rompi Orange Ala MAN 3 Sleman Rompi Orange Ala MAN 3 Sleman
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-11-12 09:01:25

Sleman (MAN 3 Sleman) - Siswa terlambat, salah satu fenomena yang sangat dekat dengan sekolah. Berhadapan dengan siswa terlambat, merupakan  salah satu bentuk koreksi diri untuk selalu berpandangan positif terhadap semua siswa termasuk siswa yang terlambat sekolah. Mencoba agar tidak memberikan label negatif dengan menanyakan penyebab keterlambatannya.

Di MAN 3 Sleman, keterlambatan masih menjadi masalah yang harus ditangani bersama. Namun bukan dengan hukuman yang bersifat memberatkan, melainkan dengan hukuman yang lebih edukatif dan humanis, yaitu dengan penggunaan rompi keterlambatan untuk siswa yang terlambat. Penggunaan rompi keterlambatan ini dilakukan setiap pagi di depan pintu utama masuk siswa. Diawali oleh guru piket dan Dewan Siswa MAN 3 Sleman menyambut dan menyalami siswa yang berdatangan, lalu setelah itu siswa yang terlambat atau datang lebih dari jam 07.00 WIB akan diberikan rompi keterlambatan yang harus dipakai dalam satu hari itu dan dikembalikan setelah istirahat kedua.

Pembentukan Karakter Disiplin dengan Rompi Orange Ala MAN 3 Sleman

Pembentukan Karakter Disiplin dengan Rompi Orange Ala MAN 3 Sleman

Selain itu, siswa-siswi yang terlambat juga diminta untuk membaca 10 budaya malu ang sudah terpasang di depan ruang piket MAN 3 Sleman dengan keras dan bersama-sama. Penggunaan rompi keterlambatan yang berwarna orange khas tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan bertuliskan Gerakan Disiplin Madrasah pada bagian belakang rompi ini sudah ada sejak tahun 2016 dan terbukti menurunkan tingkat keterlambatan di MAN 3 Sleman. Diharapkan, dengan adanya rompi keterlambatan ini menjadikan MAN 3 Sleman Zero Late atau Nol keterlambatan untuk ke depannya.

Penggunaan Rompi Orange ala KPK ini merupakan salah satu cara dalam membentuk karakter disiplin pada siswa. Diharapkan siswa bisa memenejemen waktu agar dapat datang ke sekolah tepat waktu, dan bisa mengikuti segala kegiatan di sekolah dengan nyaman.

Kepala MAN 3 Sleman, Nur Wahyudin Al Azis. S.Pd dalam sebuah kesempatan mengutarakan dukungan serta himbauan kepada siswa-siswi MAN 3 Sleman, “Saya mendukung penuh penggunaan rompi keterlambatan ini, ini bisa menjadi punishment yang bersifat edukatif serta humanis bagis anak-anak semuanya, namun ini kita harus mempunyai target supaya benar-benar MAN 3 Sleman bisa bebas dari keterlambatan dan lebih disiplin lagi”. Tegas Azis.

Azis juga menghimbau kepada siswa-siswi MAN 3 Sleman supaya tidak suka menggunakan rompi rompi keterlambatan tersebut, “Rompinya memang bagus, berwarna orange menyala, tapi saya mengharapkan anak-anak jangan malah merasa suka dengan rompi itu. Caranya dengan memenejemen waktu, bangun lebih pagi, berangkat lebih pagi. Jangan malah menyengaja datang terlambat supaya bisa pakai rompi itu, nanti jadinya bukan gerakan kedisiplinan madrasah tapi malah menghambat proses pembentukan karakter disiplin madrasah kita”. Canda Azis. (Ang)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 609

Bagikan