Workshop MTsN 4 Kulon Progo, Kakan kemenag Kulon Progo Tekankan Moderasi Beragama di Madrasah


Workshop MTsN 4 Kulon Progo, Kakan kemenag Kulon Progo Tekankan Moderasi Beragama di Madrasah Pembukaan worshop bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-11-11 12:24:07

Kulon Progo (MTsN 4 KP) - Dalam rangka meningkatkan mutu kinerja pegawai di lingkungan MTsN 4 Kulon Progo, maka MTsN 4 Kulon Progo menyelenggarakan Workshop Pengembangan aplikasi sistem penilaian dan Peningkatan Kinerja Pegawai di lingkungan kerja. Workshop diselenggarakan selama dua hari yaitu pada hari kamis-jum’at (7-8/11) di MTsN 4 Kulon Progo.

Pada kesempatan ini kepala Kantor Kementerian agama Kabupaten Kulon Progo Ahmad Fauzi berkenan hadir membuka acara serta memberikan materi tentang kebijakan pendidikan madrasah di lingkungan kementerian agama kabupaten Kulon Progo. Beliau menekankan pentinganya moderasi beragama di madrasah untuk menjaga kerukunan beragama. “Pendidikan karakter menjadi pokok perhatian madrasah untuk membangun moderasi beragama, dengan pendidikan karakter madrasah mampu mencetak generasi yang cerdas dan berakhlaqul karimah,” pesannya.

Workshop MTsN 4 Kulon Progo, Kakan kemenag Kulon Progo Tekankan Moderasi Beragama di Madrasah

Workshop hari pertama hadir sebagai pemateri kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo Ahmad Fauzi dan pengawas madrasah Kementerian Agama kabupaten kulon progo Kalimah. Pengawas Madrasah Kabupaten kulon Progo kalimah selaku pemateri menyampaikan bahwa guru harus menyadari pentingnya menyusun perangkat pembelajaran bagi bapak ibu guru dalam menjalankan fungsinya sebagai pendidik. “Menyusun administrasi guru itu menjadi tugas harian guru bukan karena kebutuhan supervisi pendidik,” pesannya.

Workshop hari kedua terbagi menjadi dua kelas, kelas guru dan kelas karyawan. Kelas guru mempelajari tentang aplikasi raport digital (ARD) sedangkan kelas karyawan mempelajari tentang analisis jabatan dan tata persuratan.  Menurut Ani Minarni selaku ketua panitia workshop menyampaikan bahwa kelas memang terbagi 2 untuk membantu memenuhi kebutuhan peningkatan kinerja antara guru dan karyawan yang berbeda. “Diharapkan dengan pembagian kelas seperti ini ilmu yang diperoleh menjadi tepat sasaran dan dapat langsung bermanfaat sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Kontributor : MTSN4KP
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 773

Bagikan