Irzal, Alumni MAN 3 Sleman Sharing Pengalaman Meneliti


Irzal, Alumni MAN 3 Sleman Sharing Pengalaman Meneliti
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-11-02 09:38:47

Sleman (MAN 3 Sleman)— Berawal dari rasa penasaran, ketika beras plastik menjadi booming saat itu, menjadikan keingintahuan Muhammad Irzal Fatturrahman, alumni MAN 3 Sleman semakin kuat, bahwa plastik saja bisa dibuat beras, masak bahan lainnya tidak bisa?Itulah yang kemudian mendorong Irzal untuk meneliti rebung sebagai bahan alternatif pengganti nasi. Dengan judul penelitian “Pemanfaatan Nasbung (Bamboo Rice) sebagai Bahan Alternatif Pengganti Nasi bagi Penderita Diabetes Mellitus”, yang kemudian berhasil mengantarkan Irzal meraih Medali Emas dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2016.

Penggalan kisah sukses itulah yang Irzal sampaikan pada adik almamaternya, siswa MAN 3 Sleman yang tergabung dalam ekstra Karya Ilmiah Remaja (KIR) dalam sebuah acara menarik sore itu, Sharing Pengalaman Sukses Penelitian di Ruang Baca Perpustakaan MAYOGA, Rabu (30/10).

Irzal, Alumni MAN 3 Sleman Sharing Pengalaman Meneliti

Irzal, Alumni MAN 3 Sleman Sharing Pengalaman Meneliti

Irzal, Alumni MAN 3 Sleman Sharing Pengalaman Meneliti

Selain berkisah bagaimana perjuangan Irzal dalam melakukan penelitian kala itu, ia juga memberikan motivasi dan spirit bagi para anggota KIR agar senantiasa peka dan peduli pada lingkungan sekitarnya untuk kemudian berani melakukan pencarian kembali atau riset melalui penelitian. Karena menurut Irzal orang yang mau meneliti hanyalah orang yang peka dan peduli pada lingkungannya.

“Meneliti itu asyik. Selain ilmu akan bertambah, pengalaman akan semakin luas, teman menjadi banyak, memperoleh piagam penghargaan, juga kita bisa jalan-jalan. Ketika saya melakukan penelitian tentang rebung itu, saya berkesempatan keluar masuk Kebun Raya Bogor untuk belajar tentang jenis-jenis tanaman bambu, karena tidak semua tanaman bambu bisa diolah untuk dikonsumsi," terang pria yang kini kuliah di Fakultas Hukum UII ini.

Selain harus banyak membaca, sebagai peneliti kita juga harus mahir dalam menelusur informasi. Termasuk ketika berselancar di dunia maya, kita harus tahu jenis-jenis mesin pencari di internet dan bagaimana cara menggunakannya agar lebih efektif. "Yakinlah, bahwa ketika kita sudah terbiasa untuk melakukan penelitian itu di bangku sekolah, maka akan sangat membantu untuk mempermudah dan mempercepat semua tugas di bangku kuliah nanti,” imbuhnya.

Sementara itu, Drs.Suwandi, M.Pd, pembina KIR MAYOGA yang turut membersamai kegiatan tersebut dengan didampingi Warjo, S.Pd., M.Pd. yang juga pembina KIR MAYOGA menyatakan rasa bersyukur dan patut berbangga hati pada Irzal, yang telah menekuni KIR dan mau berbagi pengalaman dengan adik kelas. “Semoga kesuksesan Irzal akan menginspirasi kita semua,” terang Suwandi.

Sebelum mengakhiri sharingnya, Irzal menyampaikan pesan dan harapan besarnya pada KIR MAYOGA untuk terus berprestasi melalui penelitian. "Dan berani memperjuangkan cita-cita untuk kemudian bisa membanggakan orang tua, guru, dan madrasah melalui karya-karya terbaik kita," pungkasnya. (rta)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 446

Bagikan