Wayangan dan Drama, Semarakkan Bulan Bahasa di MAN 3 Bantul


Wayangan dan Drama,  Semarakkan Bulan Bahasa  di MAN 3 Bantul Penampilan Syamsul Ma'arif (XII IPS 1) mendalang/ memainkan wayang kulit dalam kegiatan Bulan Bahasa di MAN 3 Bantul, Rabu (30/10)
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-11-01 21:38:59

Bantul (MAN 3 Bantul) – Hidup tidak bisa dipisahkan dengan kesenian, karena sejatinya dalam hidup diwarnai karya seni dan banyak juga aktifitas manusia yang merupakan ekspresi seni dari jiwa mereka. Demikian ungkap guru bahasa Indonesia, Abban saat ditemui disela acara peringatan Bulan Bahasa di MAN 3 Bantul, Rabu (30/10).

Mengembangkan dan memupuk jiwa seni yang dimiliki siswa adalah kewajiban pendidik, demikian pula yang dilakukan MAN 3 Bantul. Upaya nyata madrasah untuk mewujudkan dan mendukung cita cita siswa dalam berkarya, madrasah menggelar panggung kesenian dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Sumpah Pemuda dan juga Bulan Bahasa.  Bakat siswa yang beraneka ditampilkan dalam kegiatan tersebut guna melatih dan sebagai gladi dalam memperdalam kemampuan yang dimiliki.

Wayangan dan Drama,  Semarakkan Bulan Bahasa  di MAN 3 Bantul

Wayangan dan Drama,  Semarakkan Bulan Bahasa  di MAN 3 Bantul

Salah satu siswa, Syamsul Maarif (XII IPS 1) yang memiliki bakat sebagai dhalang tampil memainkan wayang dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Syamsul hanya menampilkan bagian Goro goro dalam memainkan wayangnya mengingat waktu yang terbatas. Penampilannya sangat memukau penonton terlebih dengan iringan gamelan secara langsung semakin menambah penampilannya sangat mengagumkan. 

Kemahirannya dalam menyuarakan berbagai karakter wayang juga menjadi daya tarik bagi penonton sehingga semuanya terlihat sangat menikmati cerita wayang yang dimainkanMenurutnya dengan keterampilan mendhalang membuat dirinya merasa bersyukur dan senang karena bisa meanjaga dan melestarikan kebudayaan daerah. “Saya suka berkesenian khususnya seni budaya Jawa. Saya menggeluti berbagai keterampilan boso Jowo, diantaranya pranata cara, geguritan, membaca cerita bahasa Jawa dan sering memperoleh kejuaraan,” jelas Syamsul.

Penampilan lain yang juga menarik dan merupakan upaya mengembangkan bakat minat siswa dalam berkesenian adalah ditampilkannya drama yang bertema Taubatnya Iblis yang dimainkan siswa kelas XII Bahasa. “Siswa memainkan peran dalam drama Iblis begitu memesona terlebih dengan kostum yang mendukung penampilan mereka terlihat sempurna. Alur cerita dalam drama juga bisa dipahami penonton sehingga pesan moral juga bisa disampaikan kepada penonton,” ujar Sumiyati, guru bahasa Indonesia yang juga koordinator rumpun bahasa di MAN 3 Bantul. (lif)

Kontributor : MAN3BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 391

Bagikan