Kesenian Jawa Sejukkan Panggung Gebyar Bahasa MAN 3 Bantul


Kesenian Jawa Sejukkan Panggung Gebyar Bahasa MAN 3 Bantul Penampilan Umi Maisaroh (XII IPA 1) dengan Tari Gambyong menyejukkan panggung Gebyar Bahasa di MAN 3 Bantul, Rabu (30/10).
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-11-01 10:04:20

Bantul (MAN 3 Bantul) – Menumbuhkembangkan rasa cinta akan kesenian daerah perlu diupayakan dan dibiasakan kepada generasi muda. Generasi mudalah yang akan menjaga dan melestarikan budaya daerah kedepannya.  Penanaman karakter cinta budaya daerah memang tidak mudah dilakukan di masa milenial ini mengingat semakin banyaknya asupan budaya budaya asing yang tengah marak di dunia maya. Ditambah lagi dengan mudahnya perkembangan budaya asing tersebut diakses melalui teknologi yang semakin canggih. Demikian ungkap guru kesenian MAN 3 Bantul Hidayatu Rahman saat ditemui di ruang kerja.

Mendukung upaya penanaman karakter cinta budaya daerah itulah yag turut mendukung dan menginspirasi rumpun Bahasa MAN 3 Bantul untuk menyelenggarakan Gebyar Bulan Bahasa dengan menampilkan berbagai kesenian daerah di madrasah, Rabu (30/10). Koordinator rumpun bahasa yang sekaligus sebagai ketua penyelenggara Sumiyati mengungkapkan siswa khususnya jurusan bahasa perlu untuk dibekali kemampuan mengekspresikan karya sastra melalui berbagai penampilan yang bernuansa budaya.

Kesenian Jawa Sejukkan Panggung Gebyar Bahasa MAN 3 Bantul

Kesenian Jawa Sejukkan Panggung Gebyar Bahasa MAN 3 Bantul

Kepala madrasah In Amullah menyambut baik ditampilkannya berbagai kesenian daerah dalam kegiatan tersebut. Dirinya berpendapat, budaya daerah merupakan aset penting yang perlu dikembangkan. “Berbagai budaya asing dengan sangat mudahnya diakses melalui internet dan media teknologi lainnya. Hal ini tentunya perlu ada imbangan yang mampu menanamkan kepada generasi muda bahwa budaya daerah sebenarnya lebih beragam dan lebih memiliki nilai nilai luhur yang bisa diterapkan dalam kehidupan,” tegasnya.

Penampilan tari Gambyong  oleh Umi (XII IPA 1) dan tari Incling Jangget oleh Siti Fatimah (XI IPA) menjadi bukti bahwa masih ada generasi yang menekuni kreativitas seni budaya daerah. Penampilan mereka dengan mengenakan busana tari yang mewah semakin memukau penonton terlebih dengan keluwesan dan gemulai mereka diiringi gamelan Jawa mampu menyejukkan suasana.  Penonton terpukau dengan penampilan tari yang mereka sajikan. Tepuk tangan penonton sangat meriah seiring dengan selesainya tarian yang mereka tampilkan.

Penampilan Elva (XI Bahasa) dalam menyanyikan lagu Bengawan Solo dengan irama keroncong juga tak kalah menarik. Suara siswa yang telah memilki jam terbang tinggi dalam menampilkan kepiawaiannya menyanyi keroncong terdengar sangat memesona penonton. Lagu ciptaan Gesang Martohartono tersebut dinyanyikan Elva dengan penuh perasaan sehingga penontonpun larut dalam syair lagu yang dinyanyikan dan tepuk tangan kembali menggema di arena kegiatan. (lif)

Kontributor : MAN3BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 199

Bagikan