Jenderal (Purn) Fachrul Razi Terbiasa Selesaikan Masalah dengan Pendekatan Agama


Jenderal (Purn) Fachrul Razi Terbiasa Selesaikan Masalah dengan Pendekatan Agama Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi (foto: Sugito)
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2019-11-01 09:49:47

Kamis, 31 Oktober 2019 18:03 WIB

Jakarta (Kemenag) --- Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan diberi amanah menjadi Menteri Agama Republik Indonesia. Namun, saat aktif dinas pada kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dirinya terbiasa menyelesaikan persoalan atau konflik dengan pendekatan Agama.

"Saat di tentara. Saya biasa menyelesaikan konflik dengan pendekatan Agama," kata Menag Jenderal (Purn) Fachrul Razi saat wawancara di Ruang Rapat Menteri Agama Lt.II Kementerian Agama RI Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Disampaikan Menag, semua persoalan sosial apapun, bahkan konflik, bisa diselesaikan dengan pendekatan Agama. Sebab, kehadiran Agama, dalam Islam misalnya, itu sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin).

Menag menilai penyelesaian persoalan dengan kekerasan sebagai radikal. Padahal, sebaiknya semua persoalan itu bisa diselesaikan dengan musyawarah, dialog melalui pendekatan agama.

Diberi amanah sebagai Menteri Agama pada Kabinet Indonesia Maju, Jenderal (Purn) Fachrul Razi merasa enjoy, meski belum sebulan sudah lumayan padat agendanya. "Kita senang sibuk, tapi biasa-biasa aja, bisa banyak silaturahim," kata Menag.

Dulu, kenang Jenderal (Purn) Fachrul Razi, saat masih kecil tinggal di Aceh. Dirinya mendapatkan pendidikan agama dari orangtua dan pengajian-pengajian. Mengaji itu menenangkan, mendamaikan, memberikan ketenteraman bagi masyarakat.

"Senang waktu dulu mengaji di kampung," tegas Menag.

Selain itu, Jenderal (Purn) Fachrul Razi bercerita juga pengalamannya saat naik haji pada tahun 1975. Saat itu, suasana Saudi Arabia belum seperti sekarang. Pada 1990, saat kali kedua melaksanakan ibadah haji, sudah banyak perubahan dan membaik. "Bahkan Masjid Nabawi masih kecil, namun ibadah haji saat itu memberikan kenangan tersendiri," kata Menag.

Kontributor : MAGANG
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 188

Bagikan