Kreativitas Siswa Tumpah Ruah di Peringatan Sumpah Pemuda MAN 3 Bantul


Kreativitas Siswa Tumpah Ruah di Peringatan Sumpah Pemuda MAN 3 Bantul Penampilan Drama berjudul Sri Bejo Sri Pinter oleh siswa kelas XI Bahasa di ajang peringatan Sumpah Pemuda di MAN 3 Bantul, Rabu (30/10)
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-11-01 09:05:17

Bantul (MAN 3 Bantul) - Halaman MAN 3 Bantul yang biasa difungsikan sebagai lapangan basket kali ini menjadi sangat berbeda. Tenda terpasang dengan kokohnya, hamparan tikar berjajar tertata rapi dibawahnya.  Kipas angin dari segala penjuru serta lampu penerang memancar dari sudut sudut area . Suasana semakin semarak dengan dipasangnya pernak pernik hiasan yang menggantung di area kegiatan.  Hal ini dilakukan guna mendukung pelaksanaan kegiatan menyambut bulan bahasa yang sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda, Rabu (30/10).

Acara yang dimotori rumpun bahasa dan didampingi Waka Kurikulum Sumarna MPd tersebut selain memperingati Sumpah Pemuda juga untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN)  dan  menyambut bulan bahasa. Kegiatan diikuti seluruh civitas madrasah dan juga menghadirkan nara sumber yang berkecimpung di dunia sastra, diantaranya Anas dan Kedung . Ketua panitia Sumiyati MA dalam sambutan menjelaskan tujuan penyelenggaraan yakni menyemarakkan HSN  dan merealisasikan karya nyata  dari Gerakan Literasi Madrasah (GLM) yang telah dicanangkan di madrasah.

Kreativitas Siswa Tumpah Ruah di Peringatan Sumpah Pemuda MAN 3 Bantul

Kreativitas Siswa Tumpah Ruah di Peringatan Sumpah Pemuda MAN 3 Bantul

Kegiatan  yang  bertema Budaya Literasi Mewujudkan Moderasi Beragama Demi Mempererat Kebersamaan Umat Melalui Apresiasi Seni dan Sastra tersebut menampilkan berbagai karya seni siswa, diantaranya pembacaan puisi Aku Harus Bagaiman atau Kau ini Bagaimana karya Mustofa Bisri dan puisi Ibu  ditampilkan siswa X Bahasa dengan penuh penjiwaan sehingga membawa penonton ikut larut menghayati kalimat kalimat yang terangkai dalam puisi tersebut. “Puisi ini menggambarkan kegalauan rakyat kecil dalam menyikapi peraturan dan perundangan yang ditetapkan orang orang yang berwenang serta berkepentingan. Benak mereka semakin bingung karena tak juga mendapat jawaban,” tegas Nino yang memimpin penampilan.

Sedangkan  drama berjudul Sri Bejo Sri Pinter oleh kelas XI memberikan pembelajaran akan pentingnya belajar. Dengan belajar, menjadikan keberuntungan dan dengan keberuntngan memudahkan untuk meraih sukses masa depan. “Pendidikan memang sangat perlu untuk diupayakan semaksimal mungkin, Dengan memiliki bekal pengetahuan yang cukup disertai pemikiran cerdas akan memudahkan dalam meraih seluruh cita cita dan harapan,” terang Reza yang berperan sebagai mandor dalam drama tersebut. (Abb/lif)

Kontributor : MAN3BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 265

Bagikan