Gandeng BPBD MAN 4 Sleman Adakan Simulasi Tanggap Bencana


Gandeng BPBD MAN 4 Sleman Adakan Simulasi Tanggap Bencana
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-31 14:39:42

Sleman (MAN 4 Sleman) – Suara sirine meraung-raung, kepanikan terjadi, ratusan siswa menuju titik kumpul di halaman madrasah.  Beberapa siswa digotong karena terluka akibat angin puting beliung yang melanda kampus MAN 4 Sleman.  Sementara tim P3K dengan sigap menangani korban, mengobati, mendata korban hingga mendata.  Dipimpin pula do’a bersama untuk “korban” yang meninggal oleh Ustad Muhammad Rasyid.  Itulah sebagian kecil dari simulasi tanggap bencana untuk seluruh warga madrasah di Pojok Harjobinangun Pakem.  “Bencana datang tak terduga kapan saja.  Di wilayah Pakem ada 7 tujuh ancaman bencana seperti erupsi gunung merapi, angin puting beliung, tanah longsor dan lainnya.  Saat bencana, sering kita gugup karena keadaan kacau balau.  Kita harus tahu apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir korban,“ kata Drs Sudarmoko pemandu simulasi dengan didampingi Paul Lunggana  petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta Kamis(31/10) di halaman MAN 4 Sleman.

Sehari sebelumnya Rabu (29/10) dilakukan sosialisasi dari BPBD DIY, diikuti seluruh siswa, guru, dan pegawai di aula madrasah.  “Ketika ada angin puting beliung misalnya, segera jauhi jendela kaca, karena jika pecah bisa melukai.  Cari tempat berlindung untuk menghindari luka,” lanjut Moko. Acara diikuti seluruh siswa kelas 10-11-12, guru serta pegawai MAN 4 Sleman. “Kegiatan simulasi ini sebagai upaya membekali seluruh warga madrasah mengantisipasi jika terjadi bencana, untuk mewujudkan madrasah aman bencana,” jelas Akhmad Mustaqim,S.Ag,MA, Kepala Madrasah saat memberi sambutan pada sosialisasi dan persiapan simulasi penanggulangan bencana angin puting beliung.  Mustaqim menegaskan meski masih simulasi, seluruh warga madrasah bisa mengikuti dengan kesungguhan.

Gandeng BPBD MAN 4 Sleman Adakan Simulasi Tanggap Bencana

“Untuk tim P3K, dari Palang Merah Remaja (PMR) MAN 4 Sleman.  Selama anak PMR sudah dilatih melakukan pertolongan jika ada siswa yang sakit.  Dengan simulasi ini mereka bisa praktek langsung bagaimana mengevakuasi dan menangani korban,” jelas Yulianto,S.Pd koordinator logistic dan kesehatan.  Simulasi ini memberikan pengalaman nyata menghadapi suatu bencana, guna mendukung terwujudnya Sekolah Aman Bencana (SAB). Dipersiapkan pula beberapa tulisan dan panduan bila terjadi bencana seperti penunjuk arah, tempat kumpul serta jalur-jalur evakuasi.  Tujuannya agar seluruh warga madrasah memiliki gambaran nyata bila bencana terjadi, tegas Yuli.   Salah satu siswa peserta yang tidak mau disebut jati dirinya menyatakan bahwa simulasi ini memberikan pengalaman menarik.  “Bukan hanya teori, kami bisa praktek nyata seperti menggotong korban, mengobati, berlarian mencari, dan menyiapkan peralatan, seperti obat-obatan, perban, hingga menghubungi ambulan,” paparnya. (eds)

Kontributor : MAN4SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 420

Bagikan