Menag Pimpin Rapat Kerja Bersama Jajaran Ditjen Bimas Kristen dan Katolik


Menag Pimpin Rapat Kerja Bersama Jajaran Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju, Jenderal (Purn) Fachrul Razi didampinggi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, (Foto: Rikie)
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2019-10-31 10:58:51

Rabu, 30 Oktober 2019 14:14 WIB

Jakarta (Kemenag)--Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju, Jenderal (Purn) Fachrul Razi didampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Rabu siang (30/10) memimpin rapat kerja bersama jajaran Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama.

Menag Pimpin Rapat Kerja Bersama Jajaran Ditjen Bimas Kristen dan Katolik

Rapat kerja membahas program tahun anggaran 2019 dan 2020. Hadir, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, Plt Dirjen Bimas Katolik Muhammadiyah Amin dan sejumlah pejabat eselon II. Rapat berlangsung di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat.

Kepada Dirjen Bimas Kristen dan Katolik beserta jajaran, Menag berpesan untuk senantiasa memberikan perhatian kepada para penyuluh yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

"Para penyuluh agama adalah garda terdepan Kementerian Agama. Saya minta keberadaan mereka dapat memberi kesejukan dan kedamaian bagi Indonesia. Jangan sampai mereka terpapar paham radikal," pesan Menag.  

Sementara itu mengawali pemaparan pelaksanaan program tahun 2019, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru, populasi umat Krsiten di Indonesia berjumlah 17.752.675  atau sekitar 7 persen dari total 267 Juta Jiwa penduduk Indonesia.

Kepada Menag dan Wamenag, Thomas menjelaskan tugas dari Ditjen Bimas Kristen yakni menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan masyarakat Kristen sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.

Fungsi yang melekat dan diemban Ditjen Bimas Kristen yakni urusan agama dan pendidikan keagamaan yang tertuang dalam 7 fungsi prioritas, di antaranya perumusan kebijakan di bidang urusan agama dan pendidikan agama dan keagamaan Kristen; pelaksanaan kebijakan di bidang urusan agama dan pendidikan agama dan keagamaan Kristen; pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan urusan agama dan pendidikan agama dan keagamaan Kristen serta pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang urusan agama dan pendidikan agama dan keagamaan Kristen.

"Dengan tugas dan fungsi tersebut diharapkan terwujudnya masyarakat Kristen yang berwawasan Oikumenis, Beretika, Cerdas, Sejahtera Dan Menghargai Kemajemukan," ujat Thomas Pantury.

Usai memaparkan capaian pelakanaan program 2019 berikut indikator keberhasilan dari program Ditjen Bimas Kristen yang sudah berjalan, Thomas Pentruy kemudian meminta petunjuk dan arahan Menag Fachrul Razi terkait tiga persoalan yang masih dihadapi umat Kristen di Indonesia.

"Tiga persoalan tersebut yaitu, Denominasi Gereja Yang Banyak (324 Sinode dan 10 Aras Gereja), Penerapan Regulasi PMB (2 Menteri) dan SDM yang rendah dalam pemahaman keagamaan," tutur Thomas.

"Baik akan saya pelajari dulu khususnya terkait regulasi pendirian rumah ibadah," timpal Menag.

Capaian pelaksanaan program tahun anggaran 2019 juga dipaparkan oleh Plt Dirjen Bimas Katolik, Muhammadiyah Amin. Menurutnya Pengarusutamaan Moderasi Beragama dan Penanggulangan Radikalisme menjadi program strategis dari Ditjen Bimas Katolik.

"Program strategis itu bertujuan agar masyarakat Katolik yang seratus persen Katolik dan seratus persen Pancasilais. Begitu juga menjadikan masyarakat Indonesia yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul," kata Muhammdiyah Amin.

Di penghujung agenda rapat, Menag Jenderal (Purn) Fachrul Razi meminta kepada jajaran Ditjen Bimas Kristen dan Katolik untuk menelaah secara cermat terkait program yang akan dilaksanakan dan direvisi pada tahun anggaran 2020.

Kontributor : MAGANG
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 276

Bagikan