Kemenag Fokus Benahi Pola Karier Pegawai dan Kembangkan Jabatan Fungsional


Kemenag Fokus Benahi Pola Karier Pegawai dan Kembangkan Jabatan Fungsional
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2019-10-31 10:47:08

Jakarta [ItjenNews] - Sekjen Kementerian Agama menghadiri kegiatan Sosialisasi Pengawasan dan Pengendalian ASN pada Satker Madrasah bertempat di Pusdiklat Administrasi Kementerian Agama RI, Jumat, 18 Oktober 2019. Pada kesempatan ini, juga hadir Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pegawai, Badan Kepegawaian Negara, Otok Kuswandaru.

Sekjen memberikan beberapa pesan terkait perbaikan tata kelola SDM pada Kementerian Agama. “ Dalam melakukan penataan SDM sesuai UU ASN nomor 5 tahun 2014 dan PP 11 tahun 2017, kita menggunakan Filosopi ‘Berlayar sambil Membenahi rakit’. Perlu ada langkah-langkah yang dekonstrunstif. Karena dekonstruksi ini tidak merusak yang sudah ada, tapi memperbaiki, mengupdate dan merevitalisasi yang sudah ada.”

Sekjen juga menegaskan peran Itjen dan Setjen yang saling memperkuat,”Fungsi Kesetjenan dan Keitjenan juga berjalan beriringan dalam memberikan layanan dan melakukan perbaikan Sistem. Itjen berfungsi untuk memberikan masukan dalam perbaikan tata kelola organisasi, memberikan masukan kritis terhadap kebijakan yang dijalankan oleh fungsi Kesekjenan.” Tambahnya.

Sekjen juga mengatakan bahwa Mutasi dan Rotasi harus dilakukan secara proporsional dalam rangka pengembangan karir pegawai. “Kita tidak ingin ASN Kementerian Agama dari masuk sampai keluar (pensiun) tetap di satu unit kerja saja. Talent pool dan bank data kompetensi pegawai menjadi penting untuk pemetaan pegawai. Kalau pegawai bersangkutan berkinerja baik, mutasi ke tempat yang lebih tinggi sebagai Reward,” lanjutnya.
Sebagai Instansi Vertikal, ia menilai bahwa Kemenag ke depan harus mempunyai Bank Data kompetensi SDM. Sebagai contohnya, Sekjen menjelaskan bahwa terdapat 3 (tiga) tipe Satker Kanwil yaitu tipe A, B, dan C, yang dibedakan berdasarkan jumlah satker dan jumlah anggaran. “Sebagai bentuk Reward, pejabat yang berprestasi dimutasi ke satker dengan tipe yang lebih tinggi.”

Di kesempatan yang sama, Nur Kholis juga menjelaskan bahwa Kemenag tengah serius mengembangkan jabatan fungsional. Menurutnya, tren birokrasi Indonesia ke depan akan semakin memperkecil jumlah pejabat struktural dan terus mendorong peningkatan jabatan fungsional. “Penghargaan negara atas jabatan fungsional semakin bagus. Contohnya, jgrade tukin abatan pejabat fungsional perencana level Madya lebih besar dari pejabat strukturalnya,”ujarnya..
 
Kemenag juga baru saja membentuk jabatan fungsional pentashih Al Quran yang hanya ada pada Kementerian Agama. Jabatan ini sudah diakui oleh Kementerian PAN dan RB, yang diusulkan karena ada masukan dan kebutuhan masyarakat. “Kalau masyarakat ingin cetak Al Quran maka ditashihkan dulu oleh kita, jangan sampai ada kekeliruan pencetakan, ini sudah jadi kebutuhan di tengah masyarakat,” terangnya.

Sekjen Kementerian Agama mengajak para ASN untuk memiliki semangat berbenah, yang dalam perspektif tasawuf, memaknai tugas sebagai bagian dari Ibadah. “Ada 2 (dua) manfaat jika ASN memaknai tugas sebagai ibadah; pertama, maksimal dalam melaksanakan tugas, dan kedua, menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan karena mampu menjaga diri.

 

Kontributor: Wendi

Redaktur: Nurul Badruttamam

Kontributor : MAGANG
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 622

Bagikan