Kanwil Kemenag Inisiasi Temu Tokoh Bahas Peningkatan Kualitas Pendidikan Aceh


Kanwil Kemenag Inisiasi Temu Tokoh Bahas Peningkatan Kualitas Pendidikan Aceh
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2019-10-30 09:29:38

Selasa, 29 Oktober 2019 15:09 WIB

Aceh (Kemenag) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menggelar temu tokoh untuk mendiskusikan upaya peningkatan kualitas pendidikan di Aceh. Hadir, perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Sebagai narasumber, Kakanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh, Kadis Pendidikan Aceh, Rahmat Fitri, Wakil Rektor I Unsyiah Banda Aceh Marwan, Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry Gunawan, serta Ketua Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Aceh (LPMPA) dan Ketua Majelis Pendidikan Aceh.

Pertemuan yang dikemas dalam Workshop Lintas Sektoral dan Dialog Dunia Pendidikan Aceh ini berlangsung tiga hari, 26 - 28 Oktober 2019 di Banda Aceh. Para pihak bersepakat untuk menjalin hubungan kerjasama membangun meningkatkan mutu pendidikan di Aceh.

Mewakili Plt Gubernur Aceh, Staf Ahli Gubernur Bidang  Keistimewaan, SDM dan Kerjasama Darmansyah mengapresiasi Kemenag Aceh atas inisiatifnya untuk menjalin sinergi dalam membangun pendidikan di Aceh. "Pendidikan anak-anak negeri adalah tanggungjawab kita, kalau kita para pemegang wewenang dan pemerhati pendidikan tidak peduli, maka siapa lagi yang mau melakukannya," ungkap Darmansyah di Banda Aceh, Sabtu (26/10).

Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen pendidikan seperti perlu dilanjutkan dan dilakukan secara kontinyu, guna melakukan evaluasi dan menjaring masukan terkait keberlangsungan pendidikan di Aceh. Harapannya, mutu pendidikan Aceh lebih baik lagi di masa mendatang.

Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh menyebut sinergitas program antar berbagai lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk merealisasikan visi dan misi pendidikan Aceh dalam mewujudkan pendidikan menuju Aceh carong dan bermartabat. "Segala permasalahan dunia pendidikan di Aceh akan teratasi bila kerjasama ini terus terbina dan ditingkatkan. Kita tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi saling berkoordinasi dan berkolaborasi," ujar Kakanwil.

Kakanwil juga menjelaskan banyak permasalah yang menjadi PR/ pekerjaan rumah dalam dunia pendidikan di Aceh yang mesti dicari solusi dam diselesaikan bersama. Karena berdasarkan hasil survey, dunia pendidikan di Aceh masih minim bila dibandingkan dengan daerah lain. Anak-anak Aceh yang lulus di perguruan tinggi negeri di Aceh juga masih kalah saing dengan anak-anak yang mendaftar dari luar Aceh, apalagi di jurusan-jurusan favorit.

Kadis Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD mengaku saat ini masih banyak permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan di Aceh. Hal itu membutuhkan penanganan serius untuk mendongkrak kualitas mutu pendidikan.

"Kenyataan ini sangat memprihatinkan mengingat hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilakukan membuktikan masih rendahnya kualitas mutu guru di Aceh secara keseluruhan, sehingga berdampak pada minimnya prestasi siswa," kata Rahmat Fitri.

Pihak Unsyiah dan UI Ar-Raniry Banda Aceh melalui Warek I Unsyiah dan UIN Ar-Raniry memaparkan tentang peran perguruan tinggi untuk peningkatan nilai UTBK. Hal ini terus dilakukan guna menjaring anak-anak Aceh untuk bisa masuk fakultas favorit di dua universitas ternama di Aceh ini.

Mereka sepakat akan memperbaiki layanan pendidikan ke depan. Apalagi kompetitor dari luar Aceh juga semakin banyak sehingga calon mahasiswa dari Aceh hanya beberapa yang di terima di Unsyiah dan UIN Ar-Raniry. Ke depan diharapkan, fakultas favorit bisa didominasi anak-anak Aceh. (Nasril)

Kontributor : MAGANG
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 182

Bagikan