Kemenlu dan Kemenag Gelar Dialog Bilateral Indonesia-Serbia di Yogyakarta


Kemenlu dan Kemenag Gelar Dialog Bilateral Indonesia-Serbia di Yogyakarta
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2019-10-23 11:23:20

Yogyakarta (Inmas DIY)—Indonesia dan Serbia memiliki karakter yang hampir sama. Yakni keragamaan etnis dan agama penduduknya. Untuk saling berbagi pengalaman, sejak 2011 diadakan Indonesia-Serbia Bilateral Interfaith Dialogue (ISBID). Tahun ini kali keempat ISBID dilaksanakan.

“Forum ISBID ke-4 ini merupakan sarana berbagi pengalaman, mencari solusi tantangan yang dihadapi, serta mengeksplorasi potensi kerja sama kedua negara,” tandas Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (Dirjen IDP) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Cecep Heryawan yang menjadi Ketua Delegasi Indonesia saat membuka pelaksanaan The 4th Indonesia – Serbia Bilateral Interfaith Dialogue di Yogyakarta, Rabu (23/10). Kegiatan hasil kerjasama Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu dengan Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama ini akan berlangsung hingga Jumat (25/10) mendatang.

Kemenlu dan Kemenag Gelar Dialog Bilateral Indonesia-Serbia di Yogyakarta

Kemenlu dan Kemenag Gelar Dialog Bilateral Indonesia-Serbia di Yogyakarta

Kemenlu dan Kemenag Gelar Dialog Bilateral Indonesia-Serbia di Yogyakarta

Menurut Cecep, dialog ini salah satu upaya Pemerintah kedua negara untuk menjaga kerukunan, menekankan kesetaraan, memupuk toleransi, dan menanamkan rasa saling mengerti dan menghormati. Lebih jauh ia menjelaskan, dialog ini merupakan tindak lanjut dari ISBID ke-3 yang telah diselenggarakan di Belgrade, Serbia, 9-15 November 2015.

“ISBID adalah inisiatif Pemerintah Indonesia sebagai salah satu fitur soft-power diplomacy Indonesia untuk senantiasa berkontribusi dalam upaya menjaga kerukunan dan keharmonisan demi terciptanya kestabilan dan perdamaian yang menjadi syarat terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat dunia,” ujarnya menambahkan.

Pada kesempatan kali ini, hadir pula Duta Besar RI untuk Serbia, Chandra Widya Yudha dan Dwi Rubiyanti Kholifah (Sekretaris Jenderal Asian Muslim Action Network Indonesia).

Kemudian Fahd Pahdepie (Penasihat untuk Kantor Staf Presiden dan Direktur Eksekutif Digitroops Indonesia), Dr. Inayah Rohmaniyah (Wakil Dekan urusan Kerja Sama dan Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga), dan Dr. Ustadi Hamzah (Lektor UIN Sunan Kalijaga). Juga tampak hadir Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag DIY Muhammad Wahib Jamil.

Sementara Delegasi Serbia dipimpin oleh Marko Cikiriz (State Secretary untuk Kementerian Kehakiman Serbia) dan pembicara antara lain Prof. Dr Abdullah Numan (Wakil Rais Ulama dan Mufti Komunitas Islam di Serbia), Monsignor mgr. Aleksandar Kovacevic (Vicar General Keuskupan Beograd – Gereja Katolik Roma di Serbia), Isihije Rogic (Keuskupan Gereja Ortodox Mohac di Serbia), dan Bela Halas (Uskup dari the Reformed Christian Church di Serbia).

Topik utama dalam kegiatan ISBID ke-4 adalah “Sustaining Peace and Harmony: Engaging Women, Youth, and Media”. Kegiatan ISBID terdiri menjadi dua panel utama dengan tema Empowering Women and Youths Towards Inclusive Society dan Advancing the Role of Media and Journalists in Sustaining Peace and Harmony.

Menurut jadwal, peserta khususnya dari Serbia akan diajak bertemu langsung dengan para mahasiswa dalam kuliah umum (public lecture) di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta; mengunjungi situs-situs religi, seperti Candi Hindu Kimpulan, Candi Buddha Borobudur, Masjid Gedhe Kauman; dan diskusi dengan komunitas Gereja Orthodox Yogyakarta.

“Borobudur ini sangat menarik, sebab ia adalah candi Buddha yang berdiri di tengah-tengah masyarakat muslim, dan terawat dengan sangat baik hingga kini,” pungkas Cecep. (bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 783

Bagikan