Asah Kemampuan, Guru MTsN 7 Gunungkidul Ikuti Bimtek Penulisan Soal


Asah Kemampuan, Guru MTsN 7 Gunungkidul Ikuti Bimtek Penulisan Soal Peserta diklat mendengarkan paparan materi
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-22 06:49:44

Gunungkidul (MTsN 7 Gunungkidul)-- Dalam upaya meningkatkan kualitas pendididkan, guru MTsN 7 GK mengikuti workshop Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Soal. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Gunungkidul beserta guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru mata pelajaran Ujian Nasional (UN).


Kegiatan ini diselenggarakan dua kali. Yang pertama pada Selasa, (15/10) khusus untuk guru mata pelajaan PAI dan Bahasa Arab. Hadir 60 guru dari MTs negeri maupun swasta.  Dan yang kedua untuk guru mata pelajaran UN pada hari Senin (21/10). Juga dihadiri oleh 60 guru dari MTs negeri maupun swasta. Keduanya diselenggarakan di gedung pertemuan lantai dasar masjid Agung Al-Ikhlas  Wonosari.

Asah Kemampuan, Guru MTsN 7 Gunungkidul Ikuti Bimtek Penulisan Soal

Asah Kemampuan, Guru MTsN 7 Gunungkidul Ikuti Bimtek Penulisan Soal


Dalam sambutannya, Sugiyo, Pengawas Madrasah yang mewakili Kepala Seksi Dikmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk membantu para guru dalam meningkatkan kualitasnya. Pada kenyataannya pencapaian nilai UN di kabupaten Gunungkidul masih tertinggal dibandingkan dengan kabupaten lain di Daerah Istimea Yogayakarta. “Harapan kami kegiatan Bimtek ini dapat membekali guru dalam menyusun perankat evaluasi," tandasnya.


Hadir sebagai nara sumber Kiscoyo, S.Pd. dan Kendah Romi Wiidyastiuti, M.Sc. Adapun materi dalam bimtek ini meliputi kaidah dan kiat-kiat menyusun soal yang baik. Baik secara kualitatif maupun baik secara kauntiaif. Baik secara kualitatif adalah soal yang penulisannya sudah sesuai kaidah penulisan soal. Sedangkan soal yang baik secara kuantitatif adalah soal yang baik dalam kaidah penulisannya  dan telah dianalisa melalui hasil ujian peserta didik. Dari hasil analisa tersebut baru bisa dikatakn baik atau belum. Jika belum maka perlu adanya revisi. “Tentunya untuk menjadi soal yang baik secara kuantitatif melalui proses yang panjang. Dan ini yang masih jarang dilakukan," tutur Kiscoyo.


Acara workshop dilanjutkan dengan praktek penulisan soal.  Kelas dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan mata pelajarannya. Dari presentasi setiap kelompok peserta bisa menganalisa mana soal yang baik dan mana yang masih perlu revisi.  Untuk MGMP mapel Bahasa Inggris apa yang didapat dari workshop ini akan diimplementasikan dalam penulisan soal untuk Penulisan Akhir Semester. 


Bagaimanapun juga workshop ini dapat mengasah kemampuan guru dalam membuat perangkat evaluasi. Seperti dituturkan oleh Sri wahyuni, peserta dari MTsN 7 GK, bahwa keikutsertaannya dalam workshop ini menambah wawasan, terutama tentang soal yang baik secara kuantitatif. “Banyak diantara kami yang sudah melakukan analisa butir soal, tapi tidak semua guru menggunakannya untuk perbaikan dan revisi butir soal," tuturnya. (sws)  

Kontributor : MTSN7GK
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 146

Bagikan