Tri Suci Waisak, Menag Ajak Bangun Kerukunan Umat


Tri Suci Waisak, Menag Ajak Bangun Kerukunan Umat Sambutan Menag dalan Tri Suci Waisak
Kategori : BIDANG/PEMBIMAS
Tanggal : 2019-05-19 05:22:07

Prambanan (Inmas DIY) - Menag Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan rasa syukurnya dapat menghadiri acara peringatan Tri suci waisak di tiga tempat yang berbeda. Pertama, peringatan Tri suci waisak yang diadakan oleh permabudhi di Jakarta, lalu di Candi Borobudur dan terakhir di Candi Sewu. "Ini sebagai pengalaman sekaligus kehormatan bagi saya yang luar biasa, "ungkap Lukman dalam sambutannya di pelataran Candi Sewu, Minggu pagi (19/5)

"Umat Buddha peringati hari Tri Suci Waisak dalam 3 momentum penting yaitu kelahiran orang suci, pencapaian Buddha dan meninggalnya Buddha Gautama, "paparnya kemudian.

Tri Suci Waisak, Menag Ajak Bangun Kerukunan Umat

Tri Suci Waisak, Menag Ajak Bangun Kerukunan Umat

Selanjutnya Menag menyampaikan ucapan selamat memperingati Trisuci Waisak kepada seluruh umat Buddha Indonesia. "Semoga berkah Tri suci waisak membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi seluruh umat manusia, "imbuhnya.

Melalui momentum Tri suci waisak ini Menag ingin mengajak kepada setiap umat beragama untuk kembali mengingat akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Hal ini menjadi sangat penting agar hak dan kewajiban konstitusional sebagaimana tertuang di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi tanggung jawabnya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, salah satu hak dan kewajiban konstitusional itu adalah bela negara yang sangat tepat dengan tema yang diusung yaitu mencintai tanah air Indonesia.

Buddha ajarkan kepada para siswanya agar memiliki kecintaan terhadap tanah air dimana mereka lahir dan tinggal untuk tumbuh dan berkembang. Menag berpesan, "Jika setiap warga negara sadar memiliki bangsanya maka negara akan kuat." 

Pada dasarnya setiap agama mengajak sesama manusia untuk membangun kerukunan demi menciptakan kedamaian yang dapat dimulai dari diri sendiri dan berkembang dalam lingkungan yang lebih luas. 

Purnama di Bulan waisak adalah saat yang baik bagi setiap umat Buddha untuk merenungkan kembali pesan-pesan damai yang membawa keutamaan hidup dan kedamaian pada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan.

Ia menambahkan, bahwa umat Buddha dengan praktek dhamma dapat melihat secara objektif atas kebhinekaan yang ada di Indonesia. Suku, agama, ras dan antar golongan akan terus menciptakan kerukunan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama.

"Akhirnya kepada segenap umat Buddha sekali lagi saya mengucapkan selamat memperingati Tri suci waisak tahun ini semoga tuhan yang maha esa senantiasa memberkahi kita semua, "pungkasnya mengakhiri sambutan.

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 316

Bagikan