Layanan Bimbingan dan Konseling di MTsN 1 Sleman


Layanan Bimbingan dan Konseling di MTsN 1 Sleman Personil Guru BK Bersama Kamad
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-17 10:52:56

Sleman (MTsN 1 Sleman)  - Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan tempat yang diharapkan mampu membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi siswa. Namun kenyataannya, banyak siswa yang belum maksimal dalam memanfaatkan layanan yang ada di BK.Banyak faktor yang menjadi penyebab keengganan siswa untuk memanfaatkan layanan BK. Salah satu faktor penyebabnya adalah merasa takut dengan BK.

MTsN 1 Sleman sebagai Sekolah Ramah Anak berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan kenyamanan kepada siswa. Salah satu strategi yang dilakukan oleh MTsN 1 Sleman adalah dengan memberikan layanan BK semaksimal mungkin kepada siswa. Layanan yang diberikan oleh BK selain dalam bentuk konseling dan lain-lain, ruangan BK di tata sedemikian rupa sehingga siswa yang datang tidak merasa takut untuk berkonsultasi atau sekedar berkunjung maupun membaca buku di perpustakaan BK.

Layanan Bimbingan dan Konseling di MTsN 1 Sleman

Layanan Bimbingan dan Konseling di MTsN 1 Sleman

Layanan Bimbingan dan Konseling di MTsN 1 Sleman

Ruangan BK yang memiliki luas sekitar 7x8 m2, terdiri atas ruang tamu, ruang kerja guru BK, ruang konseling kelompok, ruang konseling individu, dan ruang perpustakaan. Masing-masing ruang memiliki fungsi untuk memberikan layanan BK yang lebih nyaman dan tidak menyeramkan.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/10), Kepala MTsN 1 Sleman, Harsoyo S,Pd, mengatakan ruangan BK dibuat indah, hommy, nyaman dan tampak mewah dimaksudkan agar siswa tidak merasa takut datang ke BK, sehingga permasalahan siswa dapat tertangani dengan baik dan tidak ada kesan menakutkan.

“Saya berharap dengan adanya layanan BK yang lebih baik akan berimbas pada kegiatan proses belajar mengajar, hal ini sesuai dengan harapan madrasah yaitu menjadi madrasah hebat dan bermartabat,” harap Harsoyo.

Indar Yuliyah, M.S.I, koordinator BK mengatakan,” Selama ini guru BK dianggap sebagai polisi sekolah oleh siswa, hal ini tentu saja akan menyulitkan guru BK dalam memberikan layanan kepada siswa. Dengan adanya kerjasama, sosialisasi tentang BK, ruangan BK yang nyaman diharapkan mampu meminimalisir persepsi siswa yang salah tentang guru BK,” jelas Indar. (rmi)

Kontributor : MTSN1SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 671

Bagikan