Kemenpan RB Kembali Evaluasi Kemenag


Kemenpan RB Kembali Evaluasi Kemenag Tim Evaluator Kemenpan RB bersama Menag LHS, Dirjen Pendis, dan Karo Ortala (foto: Romadanyl)
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2019-10-15 08:17:15

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) kembali melakukan evaluasi pada  Kementerian Agama. Evaluasi yang rutin kita lakukan tiap tahunnya ini, akan terfokus pada tiga hal. Yaitu akuntabilitas kinerja, reformasi birokrasi, dan zona integritas. 

Hal ini diungkapkan Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB Didid Noordiatmoko, saat Entry Meeting Evaluasi RB dan SAKIP Kemenag, di Kantor Kemenag, Jakarta. “Tim ini akan bekerja selama 30 hari kerja dan melakukan diskusi-diskusi dengan unit-unit kerja yang ada di Kemenag,” ungkap Didid, Kamis (26/09). 

Entry Meeting yang dipimpin Menag Lukman Saifuddin ini juga dihadiri Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama, serta pejabat eselon III pada Sekretariat Jenderal Kemenag. 

Didid menyampaikan, sebelum turun melakukan evaluasi, pihaknya telah memperoleh data awal terkait perkembangan tiga hal tersebut. Ia menguraikan, data awal yang dijadikan dasar evaluasi adalah data yang dikirimkan Kemenag dalam Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB), Elektronik Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (e-SAKIP) Review, serta Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas (PMP ZI). 

“Kami melakukan evaluasi ini bukan tanpa modal. Sebelumnya, kami sudah menerima data yang sudah  dikirim pada PMPRB, e-Sakip Review, dan PMP ZI. Evaluasi yang kita lakukan akan lebih banyak melakukan diskusi-diskusi tentang data yg telah kami terima,” tuturnya. 

Evaluasi yang dilakukan ini menurut Didid bertujuan pada dua hal. Pertama, menilai kemajuan pelaksanaan manajemen kinerja dan reformasi birokrasi serta pembangunan unit kerja pelayanan percontohan. Kedua, memberikan saran perbaikan percepatan pelaksanaan manajemen kinerja dan reformasi birokrasi serta pembangunan unit kerja pelayanan percontohan.

Dalam evaluasi kali ini, menurut Didid, Tim Evaluator akan lebih menitikberatkan pada tujuan kedua. “Kami ingin perubahan RB di Kemenag dapat meningkat pesat. Tidak sekedar memiliki trend perubahan yang naik setiap tahunnya, tapi harus ada perubahan yang pesat,” ungkap Didid. 

Evaluasi yang dilakukan menurut Didid juga akan menilik perubahan apa saja yang telah dilakukan oleh Kemenag dalam satu tahun terakhir. “Yang menjadi dasar kami adalah data yang masuk kepada kami, serta apakah rekomendasi yang telah diberikan oleh Kemenpan RB tahun lalu telah ditindaklanjuti atau belum,” jelasnya.

“Jadi tolong Bapak Ibu sampaikan  apa saja yang sudah dilakukan oleh unit kerjanya terkait perbaikan dalam tiga hal itu. Agar kami dapat melihatnya langsung,”imbuh Didid.  

Menag menyambut baik kehadiran Tim Evaluator Kemenpan RB. Menurutnya, evaluasi ini penting dilakukan karena bukan hanya terkait kinerja yang dilakukan saja, tapi juga melakukan perbaikan. “Evaluasi ini penting dilakukan. Bukan hanya terkait kinerja, tapi bagaimana upaya kita untuk dapat memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara kita tercinta, melalui Kementerian Agama,” tukas Menag. 

Menag pun meminta jajarannya untuk serius dalam menghadapi evaluasi yang akan dilaksanakan. “Saya ingin semua kita serius melakukan evaluasi ini. Karena kita membutuhkan evaluasi. Kita butuh feed back,” ucapnya. 

Menag juga menyampaikan rasa syukurnya bahwa saat ini perubahan Kemenag telah berjalan on the track. Meski demikian, evaluasi harus terus dilakukan untuk meningkatkan bukan saja kinerja, tapi juga pelayanan Kemenag kepada masyarakat. “Apalagi, evaluasi ini dilakukan oleh lembaga negara dengan menyertakan tenaga-tenaga ahli yang memang kompeten di bidangnya. Evaluasi ini mahal. Saya minta kita semua serius melaksanakan evaluasi ini,” tegas Menag. 

Sebelumnya, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Afrizal menyampaikan sejak 2014, nilai Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kemenag terus meningkat. Di tahun 2014 Indeks RB Kemenag bernilai 54,83 dan masuk kategori CC. Untuk tahun 2015 sebesar 62,28 (predikat B); tahun 2016 sebesar 69,14 (predikat B); tahun 2017 sebesar 73,27 (predikat BB) dan tahun 2018 sebesar 74,02 (predikat BB). “Tahun 2019 ini kita targetkan meningkat menjadi 83,16 dengan kategori A,” ujar Afrizal.

Sumber : -
Penulis : Indah Limy
Editor : Indah Limy

Kontributor : MAGANG
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 303

Bagikan