Dengarkan Pendapat Ahli, Bidang Dikmad Gelar Sarasehan Kebijakan Pendidikan Madrasah


Dengarkan Pendapat Ahli, Bidang Dikmad Gelar Sarasehan Kebijakan Pendidikan Madrasah
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2019-10-14 12:11:33

Yogyakarta (Inmas DIY) – Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY menggelar sarasehan  bertema ‘Dilema Kebijakan Pendidikan Islam, Pembelajaran dan Penguatan pendidikan Karakter pada madrasah’. Kegiatan yang diikuti sekitar 150 orang tersebut berlangsung di Aula Lantai III Kanwil, Senin (14/10). Menghadirkan narasumber Silvy Dewajati, MA., Ph.D dosen Fakultas Psikologi UGM serta Dr. Imam Machali, MA. dosen UIN Sunan Kalijaga sekaligus ketua Pusat Pengembangan Madrasah (PPM) DIY.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Dikmad, H. Muntolib, S.Ag. merinci peserta terdiri dari unsur pengurus PPM, Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS), Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT), Forum komunikasi pondok pesantren (FKPP), pengurus Kelompok Kerja Madrasah (KKM) RA, MI, MTs, MA, pengurus Pokjawas madrasah, Waka kurikulum MA dan guru Bimbingan Konseling MA se DIY. Serta dari Badan Koordinasi (Badko) Taman Pendidikan Al Quran (TPA) DIY.

Dengarkan Pendapat Ahli, Bidang Dikmad Gelar Sarasehan Kebijakan Pendidikan Madrasah

Dengarkan Pendapat Ahli, Bidang Dikmad Gelar Sarasehan Kebijakan Pendidikan Madrasah

Muntolib mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan pendapat para ahli tentang kajian akademik terkait pembelajaran sehingga bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan. “Kegiatan ini tidak lepas dari beberapa masukan tentang pemberlakuan lima hari belajar di madrasah untuk siswa,” jelas Kabid. Menurutnya, untuk menentukan hal tersebut dibutuhkan kajian secara cermat serta mendengarkan pendapat para ahli terkait.

Sedangkan Kepala Kanwil Kemenag DIY, Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.I. dalam sambutannya berharap kegiatan ini bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Menurutnya, Kemenag DIY telah melakukan studi banding ke DKI Jakarta yang telah menerapkan lima hari belajar untuk siswa madrasah. “Kita tidak bisa menutup mata dengan berbagai masukan yang ada. Hari Sabtu kini telah lazim digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan sehingga terkadang kegiatan madrasah tidak efektif,” ungkap Edhi.

Di sisi lain, Edhi berpesan agar pendidikan di madrasah tetap menjunjung tinggi pendidikan karakter. Memberikan bekal karakter yang baik kepada para siswa, semisal kejujuran, integritas selain kecerdasan akademik. Menurutnya dunia pendidikan efektif untuk membentuk karakter siswa. “Siswa harus pula dibekali dengan karakter mandiri, sehingga tidak tergantung kepada bangsa lain,” tambah Edhi.

 Kedua narasumber masing-masing menjelaskan tentang Faktor yang mempengaruhi motivasi siswa untuk belajar disampaikan Silvy Dewajati, MA., Ph.D. Sementara Dr. Imam Machali, MA. ketua Pusat Pengembangan Madrasah (PPM) DIY menyampaikan, Analisis Kebijakan Pendidikan Islam. Bertindak sebagai moderator kegiatan tersebut Dr. H. Muhajir, MA. [eko]

 

Kontributor : Eko Triyanto
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 454

Bagikan