Mendalami tentang Pola Belajar Siswa, MAN 3 Sleman Menggelar Coaching 4 Teacher Mayoga


Mendalami tentang Pola Belajar Siswa, MAN 3 Sleman Menggelar Coaching 4 Teacher Mayoga Coach Rokhim sedang meng-Couching Guru MAN 3 Sleman
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-08 23:29:38

Sleman (MAN 3 Sleman)  - Guru dan belajar, dua mata rantai yang seolah tidak terpisahkan. Namun kenyataannya, banyak guru yang enggan mengupgrade pengetahuan dan kemampuannya. Namun hal itu berbeda dengan guru MAN 3 Sleman. Sebagai Madrasah pioneer pendidikan tingkat Aliyah di Yogyakarta, tidak dapat dipungkiri guru-guru MAN 3 Sleman harus terus mengupgrade serta berinovasi lebih banyak lagi.

Dalam upaya mengupgrade pengetahuan dan kemampuan guru MAN 3 Sleman mengadakan “Coaching 4 Teacher Mayoga”. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang AVA MAN 3 Sleman, Sleman (8/10) ini diikuti oleh seluruh guru MAN 3 Sleman dengan mendatangkan narasumber seorang praktisi couching, dan juga menjabat sebagai komisioner KPAI Yogyakarta, yaitu Rokhim. MA.

Mendalami tentang Pola Belajar Siswa, MAN 3 Sleman Menggelar Coaching 4 Teacher Mayoga

Mendalami tentang Pola Belajar Siswa, MAN 3 Sleman Menggelar Coaching 4 Teacher Mayoga

Mendalami tentang Pola Belajar Siswa, MAN 3 Sleman Menggelar Coaching 4 Teacher Mayoga

Dalam materinya, Coach Rokhim sapaanya menerangkan tentang pola belajar siswa, mulai dari pola belajar auditori, visual dan kinestetik. Upaya ini merupakan program lanjutan dari kegiatan coaching pada siswa kelas dua belas (XII) dua pekan yang lalu. Pada kesempatan ini pula, Coach Rokhim menerangkan dan membukakan mindset pada guru bahwa melihat siswa jangan hanya dari sisi negatifnya, gali sisi positifnya, jangan hanya terfokus pada sisi negatifnya.

“Guru biasanya masih sibuk dengan sisi negatif siswa, namun lupa dalam menggali sisi positif siswa itu sendiri, menyadari bahwa setiap siswa itu ajaib, punya karakteristik masing-masing,” terang Rokhim.

Dalam kesempatan ini pula, Coach Rokhim juga mengajak para guru untuk lebih mengenal dan lebih dekat dengan siswa, karena siswa berasal dari keluarga yang berlatar belakang berbeda-beda, tentu beban yang dibawa dari rumah juga berbeda. “Pahami, dekati siswa secara pribadi, sentuh emosionalnya, maka siswa akan mengikuti apa yang keluar dari mulut kita, termasuk pelajaran, buat nyaman secara pribadi. Anak datang ke sekolah dengan pola asuh yang berbeda-beda, tentu itu menjadikan beban siswa menjadi berbeda,” tambahnya.

Waka kurikulum MAN 3 Sleman, Thoha, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas guru bukan sekedar mengajar, namun juga membimbing siswa, oleh karena itu Thoha mengajak untuk lebih dekat secara personal dan emosional kepada siswa. “Tugas kita bukan sekedar mengajar, menyampaikan materi, namun juga membimbing dari yang belum baik menjadi baik, yang sudah baik menjadi special, maka dari itu kita perlu pendekatan secara personal. Saya kira coaching ini sangat kita perlukan, sehingga kita bisa memetakan kondisi anak dari aspek kepribadiannya dan juga pola belajarnya,” terang Thoha. (Ang)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 329

Bagikan