Rapat Evaluasi PTSP, Edhi Ajak Lakukan Revitalisasi


Rapat Evaluasi PTSP, Edhi Ajak Lakukan Revitalisasi Kakanwil saat beri pengarahan
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2019-05-14 00:00:37

Yogyakarta (Inmas DIY) – Rapat evaluasi PTSP Kanwil Kementerian Agama DIY digelar Senin siang (13/5) di Ruang PTSP Kantor setempat. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Kanwil Edhi Gunawan, Plt. Kabag TU Muklas, Kepala Subbag Umum Fahrudin, dan Kepala Subbag Ortala dan Kepegawaian Muhammad Wahib Jamil, beberapa JFT terkait, Analis Kebijakan, dan Arsiparis termasuk FO dan BO PTSP. 

Dalam kesempatan tersebut Edhi mengemukakan hasil Rakerwil beberapa waktu lalu bahwa telah disepakati bersama untuk melakukan revitalisasi PTSP. “Alasan munculnya revitalisasi ini, terkait dengan perkembangan PTSP khususnya di Kanwil Kemenag DIY yang terkesan kurang maksimal dalam perjalanan layanannya selama 2 tahun,” ungkap Edhi yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Kabag TU. Lebih lanjut ia mengungkapkan harapannya agar PTSP ini dapat berkembang ke arah yang lebih baik dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan memberdayakan semua potensi yang ada.

Rapat Evaluasi PTSP, Edhi Ajak Lakukan Revitalisasi

Rapat Evaluasi PTSP, Edhi Ajak Lakukan Revitalisasi

Rapat Evaluasi PTSP, Edhi Ajak Lakukan Revitalisasi

Termasuk dalam hal ini, analis kebijakan yang dipandang mampu mengkaji lebih dalam terkait perkembangan PTSP yang dinilai perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. “Perlu adanya koordinasi dan pengkajian lebih lanjut terkait konsep yang sudah dirumuskan oleh JFT Analis Kebijakan Meiyana Eka Wardhani, sebelum akhirnya menjadi suatu kebijakan,” terang Edhi. 

Menurutnya, “PTSP DIY sudah memenuhi kriteria, hanya saja masih ada layanan yang belum memaksimalkan fungsi PTSP.” Untuk menuju PTSP yang lebih baik seyogyanya perlu memaksimalkan pemanfaatan teknologi yang ada. Ia mengajak siapapun yang terlibat dalam PTSP untuk duduk bersama menyusun konsep yang kemudian dijadikan acuan dalam pelaksanaan pelayanan PTSP.

Selanjutnya Edhi memaparkan, PTSP dikatakan berhasil kalau pemanfaatan TI sudah maksimal, layanan yang sifatnya administratif terfokus di PTSP, indeks kepuasan masyarakat terukur, demikian juga layanan yang sifatnya internal masuk dalam PTSP. Lebih lanjut, Edhi kembali mengajak untuk bersama-sama merevitalisasi PTSP sesuai dengan porsi masing-masing. Di akhir paparannya, Edhi yang pernah menjabat sebagai Kepala Kankemenag Kabupaten Kulon Progo dan Sleman ini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim analis kebijakan atas berbagai masukan terkait kemajuan PTSP. 

Dalam kesempatan yang sama Fahrudin menambahkan bahwa PTSP bukan saja tanggung jawab dari FO maupun BO namun merupakan tanggung jawab bersama dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di hadapan peserta rapat, Mantan Kasubbag TU Kankemenag Kulon Progo ini mengungkapkan deskripsi permasalahan PTSP yang dianalisis, antara lain belum menerapkan sistem satu pintu yang sesungguhnya, ijin penelitian dan ijin magang belum bisa diselesaikan dalam satu hari, belum ada pejabat dari masing-masing unit kerja dalam hal ini pejabat eselon IV sebagai penanggung jawab, komitmen pelayanan sering terabaikan karena tidak ada komunikasi terkait kepastian waktu yang ditentukan, belum ada keterlibatan tenaga arsiparis, pelayanan PTSP baru dikhususkan untuk eksternal belum internal, dan belum menggunakan aplikasi berbasis web.

Fahrudin juga memaparkan hasil analisa JFT Analis Kebijakan, terkait perbandingan keunggulan layanan sebagai indikator permasalahan pada 3 PTSP yaitu di Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Provinsi Jawa Tengah, dan Kankemenag Kota Yogyakarta dengan PTSP Kanwil Kemenag DI Yogyakarta. Hal ini dimaksudkan sebagai tolok ukur PTSP Kanwil Kemenag DIY untuk mengejar ketertinggalannya dari 3 wilayah tersebut. 

Sementara itu, selaku Kasubbag Ortapeg Wahib Jamil sepakat dengan pernyataan Kakanwil Edhi dan menganggap ini sebagai sebuah energi positif. Namun perlu disadari bahwa secara regulasi, PTSP masih belum fix. “Di sinilah ada unsur kebersamaan,“ tambahnya. “Maka ketika membahas PTSP yang pertama perlu dibangun adalah sekecil apapun permasalahan yang dihadapi wajib diselesaikan secara bersama-sama, artinya siapapun yang terlibat perlu diundang agar mampu memberikan masukan untuk peningkatan PTSP, ini sebagai catatan agar ke depan semakin baik, “jelasnya.

Lebih lanjut, Wahib menekankan bahwa tim boleh membahas terkait PTSP sebagai bahan tetapi untuk pembahasan dan kesimpulan wajib dilakukan secara bersama-sama. Mulai dari pelaksana kemudian disampaikan pada coffee morning dan akhirnya menjadi sebuah keputusan.

“Terkait dengan ortala tugas kami menciptakan bagaimana layanan publik menjadi lebih baik,” papar Wahib yang sebelumnya pernah menjabat Kasubbag TU Kankemenag Bantul. Bahkan ke depan, Ortala sudah menyiapkan untuk pelaksanaan Rapat Kerja PTSP.  Jika menengok dari awal perjalanan saat launching hingga sekarang ini, PTSP sudah mengalami kemajuan. Namun perlu disadari bahwa kendala yang dihadapi tidaklah mudah perlu strategi yang tepat.

Sementara itu terkait layanan, Wahib menyatakan semula ada 67 layanan, namun melalui rapat koordinasi kemudian disepakati menjadi 27 layanan. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan pelaksana di PTSP. Tidak hanya itu saja, dari hasil rakor terbitlah Buku Pintar PTSP yang kemudian tersebar di seluruh Indonesia. "Setiap ada Kanwil yang berkunjung ke sini, selalu kami pesankan agar begitu lulus dari Yogya harus menjadi lebih baik dari PTSP DIY,” ujarnya.

Wahib juga menanganggapi, terkait terpilihnya PTSP Kankemenag Kota Yogyakarta menjadi yang terbaik. Menurutnya, karena PTSP tersebut lahirnya paling akhir sehingga sudah ada gambaran sebelumnya terlebih segala kekurangan mampu diminimalisir sebelum mendirikan PTSP.

Di akhir tanggapannya, Wahib mengusulkan untuk diadakan evaluasi secara rutin setiap dua minggu sekali agar segala permasalahan yang ada di PTSP segera tertangani. Dari evaluasi tersebut akan dirumuskan terkait SDM, IT, fasilitas, SOP, hingga tingkat kewenangan. Dari hasil rumusan tersebut akan dibawa ke Raker PTSP. Harapannya PTSP Kanwil Kemenag DIY menjadi lebih baik. “Untuk mengawali saja bisa apalagi untuk menginovasi dan membangun lebih baik,” pungkasnya.

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 258

Bagikan