Duta Pendidikan dari Sulawesi Tampil dalam SPECTA MAN 3 Sleman


Duta Pendidikan dari Sulawesi Tampil dalam SPECTA MAN 3 Sleman
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-07 10:46:18

Sleman (MAN 3 Sleman)-Ada yang menarik di acara puncak English Talent Show pada hari Sabtu (5/10) di Multiple Purpose Room. Shafa Kamila Ramadhani AT atau biasa dipanggil Shafa ini menjadi wakil siswa kelas X yang memberikan pidato.  

Dalam pidatonya, mewakili teman-temannya, Shafa merasa bahagia dengan kegiatan MESC (Mayoga English Super Camp) sebagai penguatan bahasa Inggris ini. “We are happy to take this English program and have fun with friends to fullfil the need of globalization era.” Terang Shafa dalam balutan bahasa Inggris yang lancar dan tertata. Dia juga berharap agar program penguatan bahasa Inggris ini tetap berlanjut di tahun berikutnya.

Duta Pendidikan dari Sulawesi Tampil dalam SPECTA MAN 3 Sleman

Ketika dalam sambutan Nur Wahyudin Al Azis, S.Pd, Kepala MAN 3 Sleman, Shafa dipanggil kembali oleh kepala madrasah untuk  naik ke atas podium membersamai beliau. Nur Wahyudin tahu persis bagaimana tekad dan ambisiusnya Shafa yang berasal dari Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat ini dalam menuntut ilmu demi meraih cita-citanya hingga ke MAN 3 Sleman.

Shafa Kamila adalah peraih NEM tertinggi di Kabupaten Mamuju, dan oleh Bupati Mamuju dia didaulat sebagai Duta Pendidikan untuk mengkampanyekan tentang pentingnya pendidikan. Dalam satu podium dengan Kepala MAN 3 Sleman itu, Shafa menceritakan bagaimana kondisi geografis daerahnya, kegiatan belajar mengajar disana, bahwa selama enam hari masuk sekolah, kesempatan untuk bertemu dengan guru hanya tiga hari saja, dan selebihnya belajar sendiri.

Ketika ditanya oleh Nur Wahyudin, apa cita-cita Shafa, maka dengan mantab Shafa menjawab bahwa dia ingin sekali menjadi seorang dokter spesialis kandungan. Dan ketika ditanya alasannya, Shafa memberikan jawaban bahwa cita-citanya tersebut terinspirasi dari keadaan atau kondisi di daerah asalnya. Banyak ibu hamil yang belum mendapatkan pertolongan yang layak, terlebih saat proses melahirkan. Apalagi jarak desanya dengan fasilitas kesehatan sangat jauh. Disamping itu, Shafa pun ingin dapat membanggakan kedua orang tuanya dan bias mewujudkan impiannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di daerah asalnya. Dia bertekad akan mengabdi, berjuang di daerahnya dengan bekal ilmu yang diperolehnya nanti.

Sungguh, tekad baja dan semangat kuat Shafa mampu menyihir para hadirin, termasuk Nur Wahyudin yang merasa merinding mendengar cerita inspiratifnya. Dan beliau mengajak para hadirin untuk turut mengamini dan memberikan doa terbaiknya agar cita-cita dan mimpi-mimpi Shafa dapat terwujud. Amin.

Melanjutkan sambutannya, Nur Wahyudin menceritakan maksud hatinya bahwa kisah Shafa semoga dapat menginspirasi kita semua. Ada hal yang bisa kita pelajari, bahwa segala sesuatu harus didapatkan dengan perjuangan. (Ind/Rta)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 427

Bagikan