Siap Hadapi Revolusi 4.0, MAN 5 Sleman Ikuti Workshop Media Pembelajaran


Siap Hadapi Revolusi 4.0, MAN 5 Sleman  Ikuti Workshop Media Pembelajaran Kepala Madrasah, Narasumber , dan Waka Kurikulum berpose bersama
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-07 07:39:16

Sleman (MAN 5 Sleman) -- Sebanyak 60 guru MAN 5 Sleman mengikuti Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru Melalui Penguasaan Strategi dan Metode Pengajaran yang Variatif pada Kamis (3/10) di ruang AVA madrasah setempat. Dra. Reni Herawati, M.Pd. (Pengawas SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta) dihadirkan sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut. Dengan media pembelajaran yang lebih beragam, diharapkan bisa mempermudah transfer ilmu dari guru kepada para peserta didik.

Dibuka oleh Kepala MAN 5 Sleman, Drs Aris Fuad mengatakan di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat, guru dituntut harus bisa meningkatkan kualitas profesionalitas. Apalagi di era revolusi industri 4.0, jika guru tidak siap untuk berkembang, jelas akan tertinggal kemajuan zaman.

Siap Hadapi Revolusi 4.0, MAN 5 Sleman  Ikuti Workshop Media Pembelajaran

Siap Hadapi Revolusi 4.0, MAN 5 Sleman  Ikuti Workshop Media Pembelajaran

Siap Hadapi Revolusi 4.0, MAN 5 Sleman  Ikuti Workshop Media Pembelajaran

“Guru sekarang menjadi sorotan masyarakat, apalagi saat ini sudah banyak aplikasi online dan media di internet untuk pembelajaran. Makanya, jika guru tidak mengimbangi perkembangan itu, gawai yang dipakai siswa tidak menjadi fungsi yang sebenarnya yaitu menjadi alat, tapi malah akan menjadi penghambat,” ungkap Aris Fuad di sela-sela workshop.

Dra. Reni Herawati memulai pemaparan materi dengan memantik para guru tentang perbedaan metode, model, strategi, teknik, dan taktik dalam pembelajaran. Para guru aktif menjawab pertanyaan dari narasumber. Saat ini, pembelajaran hendaknya menerapkan strategi SCL atau Student Center Learning atau pembelajaran berpusat pada siswa. Guru tidak hanya banyak memberikan materi, tetapi siswa juga diberikan kesempatan untuk belajar secara aktif dan mandiri.

Perangkat pembelajaran seharusnya tidak membatasi para guru, tetapi membuat guru untuk lebih mengembangkan potensi pada diri guru untuk menciptakan media yang lebih menarik. "Tidak hanya ceramah di kelas, tetapi bisa menerapkan media yang lain, misalnya dengan diskusi, simulasi, brainstorming, debat, seminar, role play, studi kasus, demontrasi, dan laboratorium," ungkap Reni Herawati.

Para guru antuasias mengikuti jalannya workshop. Berbagai pertanyaan seputar media pembelajaran banyak dilontarkan oleh para guru. Reni Herawati menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan alternatif model pembelajaran lain yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu bapak ibu guru. Misalnya, dengan membuat acara debat di kelas, tetapi topik debat tidak boleh yang bersinggungan dengan SARA dan politik.

Fathna Sa’adati, guru Bahasa Arab mengungkapkan bahwa kesempatan seperti ini bermanfaat untuk para guru. Dalam perkembangan teknologi, kadang siswa lebih pintar dan cakap dari pada gurunya. "Jika tidak diarahkan, gawai yang dipegang siswa malah menghambat siswa dalam belajar," jelasnya lebih lanjut.

Ke depan, MAN 5 Sleman akan lebih peduli terhadap peningkatan kualitas dan profesionalitas para guru dalam proses pembelajaran di madrasah. Di akhir presentasinya, Reni Herawati mengingkatkan, output dari pembelajaran adalah tidak hanya mendapat ilmu, tapi harus terampil dan mempunyai akhlak yang baik. (fat)

Kontributor : MAN5SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 256

Bagikan