Bimtek Penulisan Berita, Kabid Urais Sampaikan Empat Strategi


Bimtek Penulisan Berita, Kabid Urais Sampaikan Empat Strategi
Kategori : BIDANG/PEMBIMAS
Tanggal : 2019-10-03 23:26:01

Yogyakarta (Inmas DIY) –  Bidang Urais Binsyar bersinergi dengan Sub Bagian Informasi dan Humas menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penulisan Berita Promosi Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas Layanan Publik KUA Kecamatan pada Website atau Media Sosial. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (1-3/10) di Ruang PTSP Kanwil Kemenag DIY. Memasuki hari kedua Rabu (2/10), peserta yang dihadirkan dari unsur Kepala KUA dan Penghulu di lingkungan KUA Kecamatan pada Kabupaten Bantul dan Sleman. 

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Urais dan Binsyar H. Nadhif menyampaikan empat hal terkait strategi program kegiatan tahun 2020. Pertama, penguatan program bimas Islam kabupaten/kota. Pihaknya mengatakan, jangan hanya menyusun program berdasarkan copy paste tahun sebelumnya. “Buatlah program yang menguatkan, program yang berbasis kebutuhan masyarakat,” ungkapnya lebih lanjut. Terlebih, terkait dengan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Jika tidak bisa, perlu kiranya dibuat skala prioritas. 

Lebih jauh Nadhif, yang sebelumnya pernah menjabat Kabid Dikmad berpendapat bahwa perlu juga berupaya supaya program-program itu tidak berbasis anggaran yang ada dalam DIPA. “Tetapi merumuskan program-program yang dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat,” tandasnya kembali menegaskan. “Misalnya, penyusunan angka kredit dengan sistem siapa yang siap naik pangkat yang akan diundang,” tegasnya.

Kedua, inovasi program harus berbasis tupoksi. Misal dengan program menikah mewakaf yang sasarannya masjid. Yang dituju adalah perpustakaan yang ada di masjid, tambahnya. Kemudian, bisa juga mengambil program yang ada di KUA teladan dengan ditambah berbagai inovasi. “Rencana ke depan, saya ingin memfasilitasi KUA yang ada di DIY untuk melakukan studi banding ke KUA yang menjadi juara. Jangan sampai malah keduluan dari daerah lain,” ungkap Nadhif penuh optimis.

Ketiga, evaluasi dan pengawasan. Menurutnya, pengawasan yang ideal justru pengawasan internal. “Kita diawasi oleh malaikat, itu yang efektif,” tandasnya. Semestinya, kita merasa senang ketika ada pengawasan eksternal. Kalau mau jujur sebenarnya pengawasan eksternal itu adalah kebutuhan kita, tambahnya.

Selanjutnya, yang keempat terkait publikasi. Memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada pihak lain. Pelayanan di KUA termasuk konsultasi sebetulnya adalah islah. Ternyata kita belum mampu mempublikasikan kepada masyarakat bahwa hal ini bermanfaat bagi masyarakat kapanpun dan dimanapun. “Konsultasi keluarga bukan untuk keluarga yang memiliki penyakit kronis tetapi di saat yang baik pun perlu konsultasi keluarga sehingga permasalahan seperti perceraian bisa diatasi,” pungkasnya menutup sambutan. 

Pada kesempatan yang sama, Kasubbag Informasi dan Humas Ahmad Fauzi mengungkapkan rasa keprihatinannya terkait minimnya publikasi pada Kemenag DIY khususnya KUA. Padahal pada kenyataannya banyak kegiatan dan prestasi yang dimiliki Kemenag DIY. “Terlebih prestasi yang telah diraih KUA pada beberapa tahun ini,” jelasnya. Ia pun menjelaskan, kegiatan KUA Teladan, Lomba Karya Ilmiah Penghulu, Musabaqoh Baca Kitab tidak terlepas dari peran publikasi untuk bisa mendukung, mensukseskan hingga sampai pada tingkat nasional.

Lebih lanjut, Fauzi memaparkan, kegiatan yang didanai oleh DIPA Bidang Urais ini akan melibatkan SDM yang ada di Subbag Inhum sebagai narasumber. Selain pihaknya yang akan menyampaikan materi Meningkatkan Image Building melalui Berita, juga akan memaksimalkan fungsional pranata humas. Mereka adalah Titik Nur Farikhah yang akan bersentuhan dengan Peran Public Speaking dalam Layanan KUA, Bramma Aji Putra menyajikan Rambu-rambu dalam Menulis Berita sementara Eko Triyanto akan berbagi ilmu tentang Publikasi lewat Media Sosial. (tnf)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 329

Bagikan