Pembinaan Pokja Penghulu DIY, Kabid Urais dan Bisnyar: Tiga Hal Kawal Program


Pembinaan Pokja Penghulu DIY, Kabid Urais dan Bisnyar: Tiga Hal Kawal Program
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2019-10-03 16:08:42

Yogyakarta (Inmas DIY)—Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) H. Nadhif, M.Si mengemukakan ada 3 (tiga) hal yang harus diperhatikan dalam mengawal program. Pertama, penguatan program. Kedua, inovasi program. Ketiga, evaluasi dan pengawasan.

“Ketika tahun 2019 DIY bisa meraih juara 1 KUA Teladan Nasional dan juara 1 LKTI Nasional, maka harus ada penguatan program untuk bisa mempertahankan prestasi,” tandas Nadhif saat pembinaan Kelompok Kerja Penghulu, Rabu (2/10) di RM Ingkung Grobog, Timoho, Yogyakarta.

Pembinaan Pokja Penghulu DIY, Kabid Urais dan Bisnyar: Tiga Hal Kawal Program

Ditambahkan, mempertahankan juara lebih berat daripada meraihnya, maka setiap KUA harus melakukan inovasi program, mustahil tanpa adanya inovasi. “Contoh KUA Nanggulan dengan moderasi corner,” katanya.

Sementara program yang telah dilaksanakan harus dievaluasi baik internal maupun eksternal. “Kehadiran tim dari Inspektorat Jenderal Kemenag maupun BPK tidak menjadi berat karena sudah terbiasa bekerja dengan baik,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut hadir Kasi Kepenghuluan Wilayah 2 Mahzaini yang mengingatkan, dalam menindaklanjuti Permenpan Nomor 9 tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Penghulu sedang dipersiapkan setidaknya 15 regulasi mulai dari PMA sampai dengan Perdirjen.

Selanjutnya disampaikan Kasi Kepenghuluan DIY Dr. H. Nur Ahmad Ghojali bahwa sekarang sedang diinisiasi adanya klinik atau sekolah penghulu untuk menjawab dinamika tugas penghulu seperti dalam penulisan Karya tulis Ilmiah, pemahaman regulasi maupun dalam pengumpulan angka kredit. “Juga tantangan eksternal dalam mengantisipasi problematika hukum pada zaman yang bergerak cepat,” pungkas peraih doktor Studi Islam UIN Sunan Kalijaga ini. (gho/bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 620

Bagikan