Lejitkan Prestasi Siswa, MAN 3 Sleman Hadirkan Coach Rokhim


Lejitkan Prestasi Siswa, MAN 3 Sleman Hadirkan Coach Rokhim
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-03 13:07:58

Sleman (MAN 3 Sleman) - Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) serta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2019/2020 siswa kelas XII tinggal beberapa bulan lagi. Pihak madrasah sangat serius untuk mempersiapkan para siswanya agar sukses Ujian Nasional (UN). Hal itu terbukti dengan menghadirkan coach Rokhim, MA., untuk melakukan pendampingan bagi siswa kelas XII mulai Selasa (5/10) hingga Jumat (8/10) mendatang, dan acara ini berlangsung di ruang Perpustakaan MAYOGA.

Coaching adalah hubungan kemitraan melalui proses kreatif dan membangkitkan pemikiran yang menginspirasi klien untuk mendapatkan hasil memuaskan dalam kehidupan personal maupun profesionalnya. Seseorang membutuhkannya ketika ingin melejitkan potensinya untuk memperoleh performa diri yang istimewa. Dalam hal ini tentunya agar prestasi siswa meningkat dengan cara mengetahui gaya belajarnya. Siswa didampingi oleh seorang Coach dengan teknik bertanya yang memberdayakan dan fokus pada solusi yang membawa keberhasilan. Coaching bertujuan untuk memotivasi, dan mengelompokan siswa berdasarkan karakter belajar yang cocok dengan dirinya sendiri.

Lejitkan Prestasi Siswa, MAN 3 Sleman Hadirkan Coach Rokhim

Lejitkan Prestasi Siswa, MAN 3 Sleman Hadirkan Coach Rokhim

Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, dan di setiap harinya hanya 2 kelas yang dicoaching. Dalam acara tersebut Rokhim menjelaskan bahwa gaya belajar itu ada 5. Pertama, gaya belajar secara visual yaitu kemampuan belajar dengan melihat. Orang dengan gaya belajar visual pada umumnya cenderung rapi, tidak suka mendengarkan namun lebih suka melihat, orangnya teratur, berpakaian indah. Orang dengan gaya belajar visual memiliki kesulitan dalam menyalin tulisan dari papan tulis, tulisannya tampak berantakan dan tidak mudah dibaca. Anak dengan gaya belajar visual menyukai percobaan atau peragaan. "Metode pembelajaran yang tepat yaitu dengan metode mindmap, video ilustrasi, alat tulis berwarna, pembelajaran menggunakan bentuk," papar Rokhim. 

Kedua, gaya belajar auditori memiliki indera pendengaran yang lebih baik dan lebih terfokus. Gaya belajar auditori ini memiliki kendala yaitu anak sering lupa apa yang dijelaskan guru. Orang dengan gaya belajar ini cenderung tidak suka membaca petunjuk dan lebih suka langsung bertanya untuk mendapatkan informasi. Kendala gaya belajar ini adalah anak tidak tertarik untuk memperhatikan sekitarnya. Kurang cakap dalam mengarang atau menulis. Cenderung suka berbicara.

Ketiga,  gaya belajar kinestetik yaitu gaya belajar dengan melibatkan gaya gerak. Anak dengan gaya belajar kinestetik ini cenderung tidak bisa diam. Cenderung bosan dengan gaya pembelajaran konvensional yang hanya duduk diam mendengar. Lebih cocok dengan pembelajaran yang melibatkan kerjasama tim, partisipasi aktif siswa, dan kegiatan aktif lainnya. Metode belajar yang bisa diterapkan yaitu dengan menggerakkan jari, mengunyah permen karet, mengeksplorasi lingkungan dengan berjalan jalan, dan lainnya. Pada anak, metode pembelajaran untuk anak dengan gaya belajar kinestetik ini bisa dengan membuat permainan peran, drama, praktik skill, menari, memainkan alat musik, dan lainnya.

Keempat, anak dengan gaya belajar global memiliki kemampuan memahami sesuatu secara menyeluruh. Anak dengan gaya belajar global biasanya kurang rapi, meskipun sebenarnya menyukai kerapian. Anak dengan tipe global ini tidak bisa hanya memikirkan satu hal namun memikirkan banyak hal sekaligus. Meskipun satu tugas belum selesai, dia juga akan mengerjakan tugas berikutnya. Anak dengan gaya belajar global peka terhadap sekitarnya termasuk perasaan orang lain dan merasa senang untuk bekerja keras membuat orang lain senang. Cenderung memerlukan banyak dorongan semangat pada saat akan memulai melakukan sesuatu.

Kelima,  anak dengan gaya belajar analitik memikili kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, dan teratur. Anak dengan gaya belajar analitik lebih cocok belajar sendiri baru kemudian bergabung dengan kelompok belajar. Mereka juga mengalami kesulitan dalam belajar dikarenakan hanya berfokus pada satu hal. 

Menurutnya, siswa kelas XII sangat antusias mengikuti acara ini, karena setiap siswa karakter belajarnya akan dikupas satu persatu baik secara langsung maupun secara online (via whatsapp). Selanjutnya Rokhim akan mendampingi siswa kelas XII selama 3 bulan (Oktober, November, Desember) sebelum UN berlangsung, tentunya agar nilai siswa bisa diatas KKM atau meningkat. (Nzl)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 280

Bagikan