Dari Yogya untuk Indonesia, Semangat Reformasi Birokrasi KUA


Dari Yogya untuk Indonesia, Semangat Reformasi Birokrasi KUA
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2019-10-03 12:39:49

Yogyakarta (Inmas DIY)—Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dalam hal ini Bidang Urusan Agama Islam  dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) berkolaborasi dengan Subbagian Informasi dan Humas Kemenag DIY menggelar Bimbingan Teknis Penulisan Berita Promosi Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas Layanan Publik KUA Kecamatan Pada Website Media Sosial. Kegiatan dibagi dalam tiga angkatan, diikuti seluruh KUA se-DIY. Dimulai sejak Selasa (1/10) lalu hingga Kamis (3/10) di Ruang Rapat PTSP Kanwil Kemenag DIY.

Saat membuka kegiatan untuk angkatan III, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag DIY, H.M. Wahib Jamil, S.Ag, M.Pd, menyampaikan bahwa program reformasi birokrasi telah membuka warna baru dalam bentuk pelayanan publik di Indonesia. “Berbagai instansi pemerintahan telah melakukan pembenahan di berbagai sektor yang selama ini menjadi titik lemah bagi pelayanan publik,” ungkapnya.

Salah satunya, imbuh Jamil, adalah Kementerian Agama yang kini terus berupaya untuk berbenah dalam layanan pernikahan di KUA. “Sebagai ujung tombak layanan publik Kementerian Agama, KUA pun segera berbenah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang menjadi keniscayaan reformasi birokrasi,” ungkap Jamil. Salah satu perubahan mendasar adalah bentuk baru pelayanan dibidang perkawinan, terutama pasca terbitnya PP No 48 Tahun 2014 Tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2004 tentang tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak.

”Kemudian diikuti dengan terbitnya PMA No.24 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Penerimaan Negara bukan Pajak Atas Biaya Nikah dan rujuk di luar Kantor Urusan Agama Kecamatan,” jelasnya. Untuk itu pelayanan di KUA-KUA yang berada dilingkungan DIY harus efektif dan efisien serta akuntabel lewat layanan publik berbasis media sosial.
 
Pelayanan publik di KUA yang berbasis jasa, dan untuk menghasilkan pelayanan yang prima tidak hanya Sumber Daya Manusia-nya yang dibangun, infrastruktur yang baik juga menjadi salah satu faktor penentu. “Justru,  tempat yang baik akan menjadi kesan pertama bagi masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka mendapat pelayanan,” urainya lagi.

Perubahan mindset pelayanan di KUA telah dibangun, Reformasi birokrasipun sedang dilaksanakan. Banyak pihak tentunya berharap KUA dengan wajah baru dalam pelayanan akan memberikan kesan mendalam dimasyarakat. Karena, salah satu indikator keberhasilan dalam bidang pelayanan adalah Indeks Kepuasan Masyarakat yang telah mendapat pelayanan.

”Namun perlu disadari, bahwa proses ini baru berjalan, dan akan terus berubah menuju kondisi yang lebih baik dan ideal. Jika semua potensi masalah tersebut dapat ditangani dan segera, maka bukan hal yang tidak mungkin KUA-KUA yang berada di DIY akan menjadi pelayan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dan menjadi motivator KUA lainnya sehingga reformasi birokrasi KUA dari Yogyakarta untuk Indonesia dapat terwujud,” tegas Jamil didampingi Kasubbag Inmas Ahmad Fauzi.

Sebelumnya, Kasi Pemberdayaan KUA Fathurrohim menjelaskan, kegiatan ini dipandang penting agar program KUA dapat diketahui masyarakat luas. “Makanya kami berkolaborasi dengan Subbagian Informasi dan Humas agar pemberitaan KUA dapat lebih masif seiring torehan prestasi yang diraih,” ungkapnya.

Kegiatan kali ini diisi paparan materi yaitu Membangun Citra KUA Melalui Berita oleh Kasubbag Inmas Ahmad Fauzi, Public Speaking dalam Layanan KUA oleh Titik Nur Farikhah, Berita: Apa dan Bagaimana oleh Bramma Aji Putra dan Pemanfaatan Medsos untuk Optimalisasi Layanan KUA oleh Eko Triyanto.(tej/bap)

Kontributor : TEJ
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 257

Bagikan