Enjoy dengan Batik, Sarana Refreshing Siswa MAN 3 Sleman


Enjoy dengan Batik, Sarana Refreshing Siswa MAN 3 Sleman
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-03 08:42:50

Sleman (MAN 3 Sleman)—Tidak seperti hari-hari biasanya, terlihat ada nuansa berbeda di MAN 3 Sleman pada Rabu (2/10). Seluruh guru pegawai dan siswa MAN 3 Sleman kompak mengenakan baju batik, dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober.

Hari Batik Nasional merupakan hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009.

Enjoy dengan Batik, Sarana Refreshing Siswa MAN 3 Sleman

Enjoy dengan Batik, Sarana Refreshing Siswa MAN 3 Sleman

Bagi siswa MAN 3 Sleman, mengenakan batik bebas saat jam sekolah adalah sebuah hal yang langka, karena peristiwa ini hanya terjadi sekali dalam setahun. Sehingga himbauan untuk mengenakan baju batik pada tanggal 2 tersebut mereka laksanakan dengan penuh suka cita.

Warna-warni corak batik terlihat semakin indah dikenakan oleh para siswa, mereka nampak gagah, anggun, dan tampak fresh, sangat berbeda ketika mereka mengenakan seragam sekolah. Dan mereka pun mengaku sangat senang mengenakan batik, karena selain nyaman, mengenakan batik ternyata dapat mempengaruhi suasana hati.  Seperti kesaksian Zulkarindah Fida Roini, siswa kelas XI MIPA 2 ini mengaku sangat senang mengenakan batik. “Batik sangat adem di badan. Dengan memakainya, membuat perasaan saya jadi lebih rileks, enjoy, dan tidak booring. Dan bahkan, batik dapat menjadi ajang fashion show, karena corak dan desainnya yang sangat bervariasi”

Sementara itu, Indarti Puji Astuti, M.Pd., guru Bahasa Inggris MAN 3 Sleman merasakan bahwa dengan berpakaian batik, suasana pembelajaran di kelas juga terasa berbeda. Anak-anak lebih semangat, antusias, sangat ekspresif, dan colour full. Kesaksian Indarti ini juga diperkuat oleh Dewi Sri Hidayati, S.Pd., yang juga guru Bahasa Inggris MAN 3 Sleman bahwa anak-anak sangat bahagia mengenakan batik, mereka pun bisa bebas berekspresi. “Saat mengenakan batik, wajah anak-anak terlihat lain, lebih fresh, ceria, and so happy.” terang Dewi.

Sebelum mengakhiri testimoninya, baik Indarti maupun Dewi sama-sama memberikan harapan, semoga batik Indonesia tetap eksis sebagai khasanah warisan budaya asli bangsa Indonesia. “Dan semoga anak-anak dapat mencintai batik, mau kerja keras untuk menjaga, melestarikan, dan mempertahankan batik sebagai penentapan dari UNESCO. Karena di tangan merekalah masa depan batik berada.” ungkap Dewi. (Rta)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 683

Bagikan