Kerjasama dengan BKKBN, MAN 3 Bantul Gelar Sosialisasi Kespro Siswa


Kerjasama dengan BKKBN,  MAN 3 Bantul Gelar  Sosialisasi Kespro Siswa Sambutan Kepala MAN 3 Bantul In Amullah MA pada kegiatan Pelaksanaan Sosialisasi PUP melalui pembekalan Kespro di aula, Kamis (26/9) dan Selasa (1/10)
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-02 23:04:43

Bantul (MAN 3 Bantul) – Berdasarkan data dari Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bantul, sepanjang tahun 2015 terdapat 119 perkara pengajuan dispensasi nikah. Dispensasi nikah diperlukan karena calon pasangan nikah berumur dibawah 16 tahun (bagi perempuan) dan 18 tahun (bagi laki-laki).

Hampir seluruh pelaku pernikahan dini disebabkan kehamilan tidak diinginkan, Dan yang memprihatinkan mereka pelajar dari tingkat SLTP sampai SLTA. Fakta ini menunjukkan bahwa remaja belum atau tidak memahami kesehatan reproduksi. Hal ini berakibat mereka tidak mampu bersikap dan berperilaku secara bertanggungjawab terhadap kesehatan reproduksi.

Kerjasama dengan BKKBN,  MAN 3 Bantul Gelar  Sosialisasi Kespro Siswa

Kerjasama dengan BKKBN,  MAN 3 Bantul Gelar  Sosialisasi Kespro Siswa

Dalam rangka menekan terjadinya pernikahan dini sekaligus melaksanakan program pendewasaan usia perkawinan (PUP), maka MAN 3 Bantul bekerja sama dengan BKKBN Kabupaten Bantul melalui Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) kecamatan Pleret melaksanakan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) tentang kesehatan reproduksi remaja bagi siswa. Kegiatan yang berlangsung di aula tersebut terbagi dalam 2 sesi, sesi pertama diikuti  158 siswa putri kelas X semua jurusan, Kamis (24/9) sedangkan sesi kedua diikuti 82 siswa putra kelas X semua jurusan, Selasa (1/10).

Kegiatan dibuka kepala MAN 3 Bantul, In Amullah serta dihadiri staf Waka Kesiswaan Hidayatu Rohman, koordinator BK Himmah Hidayatun dan tim BK serta wali kelas.. Dalam sambutan pembukaan In Amullah menyampaikan  sosialisasi kesehatan reproduksi  bagi remaja sangatlah penting disampaikan karena ke mungkinan besar masih banyak remaja yang belum mengerti dan memahami tentang kesehatan reproduksi secara benar dan lengkap.

“Saya mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan ini. Pengetahuan tentang kesehatan remaja ini sangat penting mengingat siswa siswi merupakan usia remaja yang  masih  riskan terpengaruh oleh lingkungan maupun media social yang sudah mewabah di era sekarang ini. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang tepat insya Allah mampu membentengi mereka dari pengaruh yang tidak baik,” tandasnya.

Sementara itu nara sumber dari PLKB kecamatan Pleret Sri Suwarni dan Agus Farkhan dalam uraiannya memaparkan tentang reproduksi remaja secara rinci dan jelas sehingga peserta terlihat antusias dan semangat dalam mengikuti ceramah yang disampaikan. “Dengan mengenal dan mengetahui berbagai dampak yang timbul karena pergaulan remaja yang tidak sehat dan melanggar norma agama maupun norma social melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa bisa menghindari dan menjauhkan diri dari perbuatan yang merugikan untuk masa depan. Bergaul dengan sehat dan berpola hidup sehat adalah kunci meraih sukses masa depan,” terang Suwarni mengakhiri paparan.

Kegiatan diakhiri tanya jawab dan kesempatan tersebut dimanfaatkan siswa untuk menanyakan berbagai permasalahan tidak hanya seputar materi yang dipaparkan namun juga permasalah tentang pergaulan remaja secara luas. (lif)

Kontributor : MAN3BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 295

Bagikan