Peringati Hari Kesaktian Pancasila, MIN 12 Gunungkidul Siapkan Generasi Berbudi Luhur dan Beakhlak Mulia


Peringati  Hari Kesaktian Pancasila, MIN 12 Gunungkidul Siapkan Generasi Berbudi Luhur dan Beakhlak Mulia Hari Kesaktian Pancasila
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-10-01 16:07:51

Gunungkidul (MIN 12 Gunungkidul)__Pada Bulan Oktober, tepatnya tanggal 1 Oktober bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang tahun ini mengambil tema “Terapkan Pancasila dalam kehidupan kita”. Serangkaian kegiatan peringatan sudai dimulai sejak hari kemarin Selasa, 30 September 2019 dan berlangsung hingga hari ini Selasa (1/10).

Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila seluruh siswa, guru dan karyawan MIN 12 Gunungkidul mengadakan upacara bendera, sebagai inspektur upacara Jaka Suryanta, S.Pd.I.  “Hari Kesaktian Pancasila kadang oleh masyarakat masih dianggap sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Kedua hari bersejarah itu sebenarnya terpisah, Hari Lahirnya Pancasila itu tepatnya pada tanggal 1 Juni sedangkan Hari Kesaktian Pancasila itu tanggal 1 Oktober. Dari kedua hari peringatan tersebut memiliki makna yang berbeda”, jelas Jaka.

Peringati  Hari Kesaktian Pancasila, MIN 12 Gunungkidul Siapkan Generasi Berbudi Luhur dan Beakhlak Mulia

Peringati  Hari Kesaktian Pancasila, MIN 12 Gunungkidul Siapkan Generasi Berbudi Luhur dan Beakhlak Mulia

Peringati  Hari Kesaktian Pancasila, MIN 12 Gunungkidul Siapkan Generasi Berbudi Luhur dan Beakhlak Mulia

Peringati  Hari Kesaktian Pancasila, MIN 12 Gunungkidul Siapkan Generasi Berbudi Luhur dan Beakhlak Mulia

Dari sejarah lahirnya Pancasila, yaitu saat pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia tanggal 1 Maret 1945, sudah diajukan pernyataan pentingnya Dasar Negara Indonesia. Hal ini yang memicu untuk merumuskan dasar Negara yaitu Pancasila.

Ya’sin Purnomo menambahkan, “Sejak pidatonya Muhammad Yamin tentang “lima dasar” sampai pidatonya Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang berisikan ‘lahirnya Pancasila. Maka pada tanggal 22 Juni 1940 disusunlah rumusan Pancasila, yang kemudian dijadikan sebagai Piagam Jakarta”.

Tanggal 1 Oktober 1965 sebagai Hari Kesaktian Pancasila yang berhubungan erat dengan kejadian Gerakan G30S PKI. Pada saat itu Gerakan tersebut ingi menggulingkan pemerintahan Soekarno dan menggantikan Pancasila dengan idiologi komunis. “Mereka ingin menjadikan Indonesia menjadi Negara komunis, dimana paham komunis adalah paham yang tidak mengenal adaya Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini tidak sesuai dengan idiologi Pancasila”, jelas Jaka.

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila bertujuan mengenang perjuangan untuk para pemimpin bangsa dalam mempertahankan  Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Selain itu peringatan ini sebagai hari berkabung atas penculikan dan pembunuhan para perwira tinggi Negara. “Diakhir Tahun 1965 terjadi pembersihan tokoh, anggota dan simpatisan PKI hingga menelan korban 500 ribu sampai 1 juta orang”, tambahnya.

Lima sila yang terdapat dalam pancasila seharusnya bisa kita terapkan dalam berbangsa dan bernegara mengingat pancasila adalah tujuan negara yang memiliki nilai luhur, namun bagaimana agar pancasila di negara kita di terapkan dengan baik. “Nah kita bisa mulai dari ruang lingkup yang sederhan seperti lingkungan sekitar rumah  kita yaitu dengan saling tolong menolong dengan tetangga, bermusyawarah dalam memecahkan masalah demi tercapainya mufakat, menjaga kerukunan antar tetangga dan hal-hal positif sederhana lainnya,”kata Abdul Salam.

Sebagai siswa di sekolah dengan cara rajin belajar, menaati peraturan sekolah, menghormati guru, dan disiplin. Bayangkan jika semua orang menerapkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam pancasila, diawali dari lingkungan keluarga, sekolah, sampai negara. Maka kami yakin negara akan menjadi tentram dan sejahtera. “Mari kita terapkan pancasila, cintai bangsa Indonesia, bahasa dan budaya Indonesia agar Negara Indonesia kita dapat menjadi aman, damai, tentram dan sejahtera”, imbuhnya.

Gunungkidul (MIN 12 Gunungkidul)__Pada Bulan Oktober, tepatnya tanggal 1 Oktober bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang tahun ini mengambil tema “Terapkan Pancasila dalam kehidupan kita”. Serangkaian kegiatan peringatan sudai dimulai sejak hari kemarin Selasa, 30 September 2019 dan berlangsung hingga hari ini Selasa (1/10).

Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila seluruh siswa, guru dan karyawan MIN 12 Gunungkidul mengadakan upacara bendera, sebagai inspektur upacara Jaka Suryanta, S.Pd.I.  “Hari Kesaktian Pancasila kadang oleh masyarakat masih dianggap sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Kedua hari bersejarah itu sebenarnya terpisah, Hari Lahirnya Pancasila itu tepatnya pada tanggal 1 Juni sedangkan Hari Kesaktian Pancasila itu tanggal 1 Oktober. Dari kedua hari peringatan tersebut memiliki makna yang berbeda”, jelas Jaka.

Dari sejarah lahirnya Pancasila, yaitu saat pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia tanggal 1 Maret 1945, sudah diajukan pernyataan pentingnya Dasar Negara Indonesia. Hal ini yang memicu untuk merumuskan dasar Negara yaitu Pancasila.

Ya’sin Purnomo menambahkan, “Sejak pidatonya Muhammad Yamin tentang “lima dasar” sampai pidatonya Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang berisikan lahirnya Pancasila. Maka pada tanggal 22 Juni 1940 disusunlah rumusan Pancasila, yang kemudian dijadikan sebagai Piagam Jakarta”.

Tanggal 1 Oktober 1965 sebagai Hari Kesaktian Pancasila yang berhubungan erat dengan kejadian Gerakan G30S PKI. Pada saat itu Gerakan tersebut ingi menggulingkan pemerintahan Soekarno dan menggantikan Pancasila dengan idiologi komunis. “Mereka ingin menjadikan Indonesia menjadi Negara komunis, dimana paham komunis adalah paham yang tidak mengenal adaya Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini tidak sesuai dengan idiologi Pancasila”, jelas Jaka.

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila bertujuan mengenang perjuangan untuk para pemimpin bangsa dalam mempertahankan  Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Selain itu peringatan ini sebagai hari berkabung atas penculikan dan pembunuhan para perwira tinggi Negara. “Diakhir Tahun 1965 terjadi pembersihan tokoh, anggota dan simpatisan PKI hingga menelan korban 500 ribu sampai 1 juta orang”, tambahnya.

Lima sila yang terdapat dalam pancasila seharusnya bisa kita terapkan dalam berbangsa dan bernegara mengingat pancasila adalah tujuan negara yang memiliki nilai luhur, namun bagaimana agar pancasila di negara kita di terapkan dengan baik. “Nah kita bisa mulai dari ruang lingkup yang sederhan seperti lingkungan sekitar rumah  kita yaitu dengan saling tolong menolong dengan tetangga, bermusyawarah dalam memecahkan masalah demi tercapainya mufakat, menjaga kerukunan antar tetangga dan hal-hal positif sederhana lainnya,”kata Abdul Salam.

Sebagai siswa di sekolah dengan cara rajin belajar, menaati peraturan sekolah, menghormati guru, dan disiplin. Bayangkan jika semua orang menerapkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam pancasila, diawali dari lingkungan keluarga, sekolah, sampai negara. Maka kami yakin negara akan menjadi tentram dan sejahtera. “Mari kita terapkan pancasila, cintai bangsa Indonesia, bahasa dan budaya Indonesia agar Negara Indonesia kita dapat menjadi aman, damai, tentram dan sejahtera”, imbuhnya.(slm)

Kontributor : MIN12GK
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 222

Bagikan