Deteksi Dini Paham Keagamaan, Kemenag DIY Undang Kejaksaan dan Stakeholder Terkait


Deteksi Dini Paham Keagamaan, Kemenag DIY Undang Kejaksaan dan Stakeholder Terkait Kakanwil Membuka Acara
Kategori : BIDANG/PEMBIMAS
Tanggal : 2019-05-03 22:33:10

Sleman (Inmas DIY) – Dalam rangka mendeteksi secara dini paham keagamaan yang ada di DIY, Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag DIY menggelar kegiatan Deteksi Dini dan Pembinaan Keagamaan yang berlangsung di Hotel Dafam Fortuna Sleman, Jumat-Sabtu (2-4/3). Acara mengusung tema Moderasi Beragama Bingkai Peradaban Bangsa tersebut diikuti 70 orang peserta dari ormas Islam, MUI, dan instansi terkait.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag DIY, H. Edhi Gunawan, M.Pd.I. Dalam sambutannya, Kakanwil mengajak agar seluruh elemen masyarakat bisa menjadi perekat persatuan bangsa, khususnya pasca Pemilu 2019. Apalagi Yogyakarta berpredikat sebagai miniatur Indonesia. “Kami mencatat setidaknya ada lima peristiwa terkini di Yogyakarta yang bisa menimbulkan keresahan bernuansa agama. Untuk itu kami mengajak seluruh elemen untuk bersinergi dan memberi dampak positif kepada masyarakat,” terang Edhi.

Lima peristiwa yang dimaksud antara lain pencabutan nisan di Makam Bethesda, Peristiwa penolakan pendatang baru di Pleret serta peristiwa di Kota Gede. Meskipun demikian, Edhi bersyukur karena peristiwa-peristiwa tersebut bisa diselesaikan dengan baik dan damai.

Sementara itu, Kepala Bidang Urais dan Binsyar, H. Nadhif, M.SI. menyebut selain Ormas, MUI, Dewan Masjid Indonesia, dan Kejaksaan, panitia juga mengundang pihak Kepolisian, TNI, Kesbangpol, Dinas Pendidikan dan unsur perguruan tinggi. Sehingga diharapkan terjadi komunikasi yang apik lintas instansi.

Nadhif juga menyinggung tentang posisi DIY yang selama ini mendapat julukan Serambi Madinah. “Deteksi Dini Dan Pembinaan Paham Keagamaan dengan Tema Moderasi Beragama Bingkai Perdaban Bangsa. Dari kegiatan ini ingin semakin meneguhkan makna dinul Islam sebgai rahmat al-alamin lebih-lebih di Daerah Istimewa Yogyakrta sebagai miniatur Indonesia, bahkan oleh MUI Yogyakarta telah disematkan sebagi Serambi Madinah yang ruh utamanya warganya memiliki watak asli sikap moderasi (wasotiyah) dalam beragama,” jelasnya.

Selain menghadirkan narasumber dari Yogyakarta panitia juga mengundang pembicara dari Kemenag Pusat. Antara lain membahasa tema strategi Kementerian Agama dalam mencegah faham radikal, peta identifikasi paham dan gerakan Keagamaan Bermasalah di DIY dan Kasus-kasus paham dan gerakan aktual di Indonesia. [eko]

Kontributor : Eko Triyanto
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 310

Bagikan