Dialog Lintas Agama PKUB Kemenag: Sesi Best Practice Angkat Kondisi Kerukunan Sejumlah Negara


Dialog Lintas Agama PKUB Kemenag: Sesi Best Practice Angkat Kondisi Kerukunan Sejumlah Negara
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2021-11-22 22:50:43

Manado (Humas Kemenag DIY)—Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama menggelar dialog lintas agama dalam rangka penguatan Moderasi Beragama. 

Tidak hanya mengundang tokoh lintas agama di Indonesia, dalam dialog penguatan Moderasi Beragama yang berlangsung 20 - 22 November 2021, PKUB juga mengundang dan mengajak partisipasi perwakilan negara sahabat. 

Dialog Lintas Agama PKUB Kemenag: Sesi Best Practice Angkat Kondisi Kerukunan Sejumlah Negara

Dialog Lintas Agama PKUB Kemenag: Sesi Best Practice Angkat Kondisi Kerukunan Sejumlah Negara

“Mereka adalah Anja Josefin Teottner (Swedia), Gregory John Redden (AUS), Wiliam Anthony Jennings (Inggris), dan Jewel Lee La Russa (USA),” terang Kasubbag Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama (Ortala dan KUB) Kanwil Kemenag DIY Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, MA yang mengikuti secara langsung acara ini. “Dari DIY juga diikuti Wiwin Aminah Rahmawati, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama DIY,” ujar Ghojali kepada Humas, Senin (22/11/2021) malam.

Ia menambahkan, saat sesi Best Practice Toleransi Beragama di beberapa negara, seluruh narasumber dari mancanegara menjelaskan tentang kondisi kerukunan yang terjadi di negara tersebut mulai dari keluarga, kebiasaan-kebiasaan yang dibangun di sekolah dan masyarakat. “Materi tersebut dilengkapi dengan paparan tantangan Kerukunan di Indonesia oleh Alissa Wahid dan Dr. Mahmud Saltut, membahas Religiousity index yang menekankan titik krusial dari berbagai daerah untuk kerukunan,” urai Ghojali.

Seperti dilansir dari kemenag.go.id, Kepala PKUB Kemenag RI Wawan Djunaedi menyebut jika dialog lintas agama ini merupakan kegiatan besar yang digelar untuk mengawal langkah Kementerian Agama dibawah kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam program prioritas Moderasi Beragama.

“Kami memilih Manado, Sulawesi Utara, karena dikenal dengan manajemen kerukunan umat beragama yang patut diapresiasi dan dijadikan model bagi daerah lain di Indonesia,” tukasnya.

Ia mencontohkan dalam menyambut perayaan hari keagmaan umat nasrani dan muslim bisa bergandengan tangan menyukseskan perayaan agama dengan damai dan rasa kekeluargaan. 

Ditambahkan Wawan, Moderasi Beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa. 

Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasikan agama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengamalan dalam beragama.

Kegiatan ini menghadirkan para tokoh lintas agama seperti Dr. KH. Imam Nakha'i, MA; Pdt. Krise Gosal; Rm. Agustinus Heri Wibowo; Tiwi Etika, Ph.D; Romo Suhadi Sendjaja; Ws. Budi Suniarto. (ed: bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 44

Bagikan