Peringati Maulid Nabi dan Hari Santri 2021, MAN 2 Bantul Gelar Muqodaman dan Upacara Virtual


Peringati Maulid Nabi dan Hari Santri 2021, MAN 2 Bantul Gelar Muqodaman dan Upacara Virtual Acara diikuti oleh seluruh guru dan pegawai serta siswa yang hadir di shift pertama Pembelajaran Tatap Muka
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-10-22 23:15:45

Bantul (MAN 2 Bantul)-  Maulid Nabi dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal. Peringatan maulid merupakan salah satu bukti kecintaan terhadap Rasulullah yang diluapkan dengan ekspresi yang beraneka ragam mulai dari sekaten (Yogyakarta/Solo), kirab ampyang (Kudus), ngalungsur pusaka (Betawi), panjang jimat (Cirebon), maupun tradisi pada umumnya yakni pengajian dan barzanji. Tradisi yang berbeda di setiap daerah merupakan wujud penghormatan sekaligus meramaikan hari kelahiran Baginda Rasul Muhammad SAW, yang dikenal sebagai peristiwa agung dimana Rasulullah sebagai cahaya penerang dalam kehidupan umat. Manusia berakhlak mulia yang berpengaruh dan dikenang sepanjang hayat.

Pada Jum’at (22/10/2021) MAN 2 Bantul menggelar acara muqodaman dan upacara virtual di gedung keterampilan otomotif. Acara dimulai pukul 07.30 sampai 10.00 WIB dengan dihadiri oleh seluruh dewan guru serta siswa/siswi yang terjadwal di shift pertama. Koordinator kegamaan yakni Drs. Mubtadiin membagi satu juz untuk setiap guru maupun pegawai. Setelah muqoddaman (prosesi pembacaan Alquran secara bersama-sama), dilanjutkan dengan hadroh dan mau’idzah hasanah. Tim hadroh dipimpin oleh Alim Mughoffar (siswa kelas XII) berjumlah 10 orang membacakan barzanji dan beberapa sholawat yang diikuti oleh seluruh hadirin.

Sedangkan mau’idzah hasanah disampaikan oleh Abdul Ghofur, S.Ag., M.Pd. dengan mengangkat tema hikmah kelahiran Rasulullah dan arti santri. Ia berkata, “Masyarakat dikategarosasikan ke dalam tiga golongan, yakni santri, abangan, dan priyayi. Kelompok santri digunakan untuk mengacu pada orang muslim yang mengamalkan ajaran agama sesuai dengan syariat islam. Abangan yang lebih longgar dan tak terlalu taat pada ajaran Islam. Priyayi adalah golongan bangsawan/ningrat yang tak terlalu taat pada ajaran Islam, terpesona pada adat dan kebiasaan yang datang dari leluhur. Santri setidaknya mengandung dua makna. Arti pertama adalah orang yang mendalami agama Islam, dan pemaknaan kedua adalah orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang yang saleh.” Di akhir penyampaian, Ia menambahkan, “Sesungguhnya Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhla, maka jadilah generasi yang mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW”, pungkasnya. (ken)

Kontributor : MAN 2 BANTUL
Editor : Sri Nurul
Dibaca : 92

Bagikan