Bimas Hindu Gelar Pembinaan Generasi Muda Hindu Pranikah dan Monitoring Pasraman


Bimas Hindu Gelar Pembinaan Generasi Muda Hindu Pranikah dan Monitoring Pasraman
Kategori : BIDANG/PEMBIMAS
Tanggal : 2021-10-16 23:03:18

Bantul (Bimas Hindu)—Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY laksanakan pembinaan Generasi Muda Hindu Pranikah, Sabtu (16/10/2021). Kegiatan diselenggarakan di Gedung Santi Sasana, Banguntapan, Bantul, diikuti 30 peserta se-DIY.

Hadir dalam kesempatan ini Plt. Pembimas Hindu Kanwil Kemenag DIY Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, S.Ag, MA dan Narasumber ketua PHDI Kabupaten Sleman Drs. Untung Waluya. 

Bimas Hindu Gelar Pembinaan Generasi Muda Hindu Pranikah dan Monitoring Pasraman

Bimas Hindu Gelar Pembinaan Generasi Muda Hindu Pranikah dan Monitoring Pasraman

Bimas Hindu Gelar Pembinaan Generasi Muda Hindu Pranikah dan Monitoring Pasraman

Pada sambutanya Plt Pembimas Hindu menyampaikan bahwa perkawinan merupakan pertemuan antara laki-laki dan perempuan yang menjalin hubungan suami istri sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. “Dimana sesuai dengan undang-undang tersebut pernikahan dilaksanakan antara laki dan perempuan. Kemudian melarang adanya perkawinan yang sesama jenis,” ujar Ghojali.

Selain itu ia juga mengingatkan walaupun kondisi pandemi sudah reda untuk penyebarannya namun protokol kesehatan tetap diterapkan agar selesai kegiatan pembinaan seluruh peserta tidak terkena covid-19. 

Selesai acara tersebut kegiatan pembinaan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber yaitu Drs. Untung Waluya dan Purwanto, M.Pd.H.

Sebelumnya, Bimas Hindu juga melaksanakan kegiatan monitoring akhir yang dilaksanakan pada Rabu dan Kamis, 14 dan 15 Oktober 2021. Kegiatan dimulai dari Pura Sri Gading. Kasuran, Seyegan, Sleman. Plt. Bimas Hindu Kanwil Kemenag DIY Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, S.Ag, MA diterima langsung oleh penyusung pura Sri Gading dan pengelola pasraman Sri Gading. Dalam kegiatan tersebut, dilaporkan bahwa bantuan yang telah diberikan oleh Bimas Hindu sudah dilaksanakan untuk rehabilitasi tempat ibadah sesuai dengan rencana yang diajukan. Kemudian Nur Ahmad Ghojali melanjutkan monitoring ke Pasraman Saraswati dan WHDI Kabupaten Sleman.

Sedangkan staf Bimas Hindu Kanwil Kemenag DIY melaksanakan monitoring ditempat berbeda seperti di Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. “Kegiatan monitoring kali ini adalah untuk mengetahui kegunaan bantuan yang diberikan dan sejauh mana kemanfaatan bantuan tersebut dalam membangun keumatan di DIY baik secara fisik maupun pembangunan SDM,” terang Ghojali. (her/bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 65

Bagikan