Tingkatkan Kualitas Pengajaran Daring, Guru MTsN 8 Bantul Ikuti Webinar TOT Literasi Digital


Tingkatkan Kualitas Pengajaran Daring, Guru MTsN 8 Bantul Ikuti Webinar TOT Literasi Digital Screenshot Kepala MTsN 8 Bantul, H. Sugiyono, S.Pd. sedang mengikuti webinar TOT Literasi Digital diselenggarakan oleh Kominfo RI (Dok. Joko Purwanto)
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-09-08 10:25:35

Bantul (MTsN 8 Bantul) – Guna meningkatkan kualitas pengajaran daring di masa pandemi covid-19, guru MTsN 8 Bantul mengikuti webinar Training on Trainer (TOT) Literasi digital dengan tema ‘4 pilar literasi digital bagi lingkungan madrasah’ pada Jum’at (04-09-2021) melalui zoom meeting. Beberapa diantaranya Sulasri, S.Pd.I, Jaat Siyah Riwayati, S.Pd., Drajad Hadi Wibowo, S.Pd., Ngatemin, SHI, H. Sugiyono, S.Pd., dan Joko Purwanto, S.Pd. Kegiatan diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Literasi Nasional Digital Siberkreasi di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan durasi 3 jam pelajaran.

Kegiatan menghadirkan 4 narasumber yaitu Septa Dinata, A.S., M.Si selaku Researcher Paramadina Public Policy Institute, Nyarwi Ahmad, Ph.D selaku Direktur Eksekutif Indonesia Presidential Studies (IPS), Dr. Riant Nugroho, M.Si., CBA selaku Pengajar dan Penggiat Literasi Digital, dan M. Nurkhoiron, M.Si selaku perwakilan Yayasan Desantara. Tema webinar “digital skill” disampaikan Septa, “Digital Ethic” disampaikan Nyarwi, “Digital Safety” disampaikan Riant, dan “Digital Cultural” disampaikan Nurkhoiron. Berindak selaku host Mifty Vasko dan Bella Nabilla selaku producer. Kegiatan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo.

Tingkatkan Kualitas Pengajaran Daring, Guru MTsN 8 Bantul Ikuti Webinar TOT Literasi Digital

Tingkatkan Kualitas Pengajaran Daring, Guru MTsN 8 Bantul Ikuti Webinar TOT Literasi Digital

Tingkatkan Kualitas Pengajaran Daring, Guru MTsN 8 Bantul Ikuti Webinar TOT Literasi Digital

Septa Dinata selaku pemateri pertama menyampaikan guru harus memiliki kemampuan digital. Seorang guru harus memiliki kemampuan teahing, guidance, collaborative learning, dan self-regulated learning. Dengan kata lain guru harus mampu merencanakan dan mengimplementasikan perangkat dan sumber daya digital dalam proses pengajaran sehingga dapat meningkatkan efektifitas intervensi pengajaran. Guru harus mampu menggunakan teknologi digital untuk menawarkan bimbingan dan bantuan yang tepat waktu dan sasaran. Guru harus mampu membuat peserta didik menggunakan teknologi digital sebagai bagian dari tugas kolaboratif, sebagai sarana untuk meningkatkan komunikasi, kolaborasi, dan penciptaan pengetahuan kolaboratif serta mampu menggunakan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran mandiri peserta didik.

Nyarwi selaku pemateri kedua mengutip Japelidi (2018) dimana 10 kompetensi Literasi Digital yang seharusnya dikuasai guru yaitu mengakses, menyeleksi, memahami, menganalis, melakukan verifikasi, melakukan evaluasi, membagikan evaluasi, membagikan informasi, memproduksi informasi, berpartisipasi dalam media, dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan. Ia mengutip mendapat Illomaki et al., 2016:671) bahwa kemampuan digital adalah kemampuan untuk menggunakan dan menerapkan teknologi digital pada cara yang bermakna dan sebagai peralatan yang memadai untuk bekerja, belajar dan aktifitas lainnya dalam kehidupan sehari – hari.

Riant selaku pemateri ketiga menyampaikan materi “mengajar digital secara aman” dan “aman bermedia digital”. Di bagian awal, ia menyampaikan tahapan kompetensi mulai dari memberikan nilai, menjelaskan, mengembangkan, dan menciptakan. Dilanjutkan manfaat dan bahaya penggunaan media digital. Diantarnya manfaat yaitu lebih mudah, lebih mendekatkan seakan tidak ada jarak, seketika itu juga menjangkau dan cakupan hingga ke dunia. Namun bahaya besar mengancam jika salah menggunakannya diantaranya kejahatan dengan modus pishing atau menyimpan beberapa data sensitif seperti ID dan password, juga melalui suara, SMS, dan teknik yang selanjutnya diperbaharui oleh penjahat, social engineering dimana korban akan dibawa ke orbolan umum hingga tak sadar memberikan info penting, pharming dimana korban diarahkan ke situs web palsu dan diperas, money mule dimana korban akan diminta sejumlah uang untuk ditransfer ke bank lain, dan sniffing dimana korban disadap data penting dan diretas atau melalui aplikasi bodong meminta data korban.

Nurkhoiron selaku pemateri keempat menyampaikan budaya digital yang ada di masyarakat. Ia menyuguhkan bahwa budaya yang perlu ditingkatkan adalah penguatan, transparansi, keterlibatan, berbagi ilmu, mengarahkan ke hal positif dan tingkah laku sosial yang baik. Pada akhir kegiatan, 20 peserta yang mengajukan pertanyaan dan terpilih mendapatkan voucer menarik serta seluruh peserta mendapatkan sertifikat elektronik dari Kominfo RI (jkp).

Kontributor : MTSN8BANTUL
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 39

Bagikan