Guru BK MTsN 1 Bantul Laksanakan Bimbingan Klasikal Daring


Guru BK MTsN 1 Bantul Laksanakan Bimbingan Klasikal Daring
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-08-24 14:48:30

Bantul (MTsN 1 Bantul) - Dalam perjalanan perkembangan emosinya, sebagian remaja mengalami apa yang disebut dengan emotional roller coaster atau proses pengalaman perasaan yang naik turun, diibaratkan sedang naik wahana permainan roller coaster. Akibatnya, tidak sedikit remaja yang merasa kebingungan dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Begitu pula dalam sebuah survei yang dilakukan oleh BK Kelas 7 MTs N 1 Bantul. Sebanyak 92% dari siswa kelas 7 yang mengikuti survei melaporkan pernah mengalami dinamika perasaan yang naik-turun. Oleh karena itu, Sabtu (21/08/21) diadakan bimbingan klasikal secara daring bagi siswa kelas 7 dengan mengangkat tema khusus, “Remaja dan Roller Coaster Emosinya” dengan dipandu oleh Tim Guru BK MTs N 1 Bantul.

Dalam sesi bimbingan tersebut disampaikan bahwa banyaknya pengalaman roller coaster disebabkan perkembangan beberapa bagian otak pada remaja yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan belum mencapai titik kematangan. Contohnya pada bagian otak neo korteks yang menjalankan fungsi berpikir, analisa, dan mengambil keputusan. Sementara bagian otak subkortikal, yang banyak didominasi pada area bawah sadar dan juga menjalankan fungsi emosi atau perasaan terus berjalan. Akibatnya, remaja mengalami proses penyesuaian diri yang hebat dalam memahami emosi yang sedang dialaminya. Selain itu, terdapat pula faktor peran lingkungan/orangtua  yang menyebabkan peristiwa naik turunnya emosi pada remaja. Hal tersebut beripa munculnya harapan yang bertambah seiring dengan bertambahnya usia remaja, tetapi tidak dipersiapkan dengan baik atau tidak dikomunikasikan dengan tepat pada remaja.

“Peristiwa perasaan yang naik-turun bak naik wahana roller coaster ini wajar terjadi pada remaja. Akan tetapi perlu diwaspadai jika sudah berlangsung lebih dari dua minggu dengan keadaan naik terus tanpa ada kondisi tenang. Atau sebaliknya mengalami perasaan yang turun/sedih dan semakin dalam atau jika kondisi perubahan emosi sudah mengganggu pola makan, tidur, atau mengganggu fungsi remaja dalam beraktivitas sehari-hari. Jika terjadi hal demikian, maka remaja memerlukan bantuan tenaga profesional,” Demikian imbuh Shobria Nurul Islami, S. Psi., salah satu guru BK MTs N 1 Bantul.

Dalam bimbingan  klasikal juga disampaikan tips bagi remaja dalam meregulasi emosi diri, yaitu mengenali atau memberi label pada perasaan yang sedang dialami, mengenali dan menyadari sensasi yang muncul di tubuh, serta mencari cara dan memberi kesempatan untuk melepaskan perasaan. Diantaranya dengan melakukan hobi seperti bermusik, seni, berolahraga, menulis, memelihara binatang/tanaman, melakukan kegiatan relaksasi seperti berendam air hangat, atau menangis untuk mengeluarkan perasaan. Yang tidak kalah penting iaah mencari bantuan jika mengalami keresahan yang tidak dapat diatasi sendiri. Mencari bantuan bukan berarti menganggap diri lemah. Justru sebaliknya, dengan memberanikan diri mencari bantuan adalah bukti bahwa remaja menghargai diri sendiri karena sudah mengenali perasaannya. Mencari bantuan sederhana, seperti curhat lebih baik kepada orang dewasa yang dapat dipercaya alih-alih teman sebaya, karena lebih matang secara emosi dan dapat memberi sudut pandang yang lebih luas. Para remaja dapat pula mencari bantuan pada tenaga profesional yang memiliki kode etik sehingga dapat menjaga kerahasiaan informasi dengan lebih aman.(sbr)

Kontributor : MTSN1BANTUL
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 126

Bagikan