Usai PJJ BDK Semarang, Tiga Guru MTsN 9 Bantul Bagikan Ilmu Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran


Usai PJJ BDK Semarang, Tiga Guru MTsN 9 Bantul Bagikan Ilmu Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-08-16 16:43:47

Bantul (MTsN 9 Bantul)—Tiga guru MTs Negeri 9 Bantul menggelar diseminasi hasil Pelatihan Jarak Jauh dari Balai Diklat Keagamaan Semarang dengan tajuk “Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran”, pada Jumat (13/08/2021). Ketiga guru tersebut adalah Dias Novitasari, S.Pd. dan Gandes Aknissholikah, S.Pd., selaku guru IPS, serta Sinta Herahmawati, S.Pd., selaku guru IPA di MTsN 9 Bantul. Ketiganya menjadi narasumber utama dalam kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut.

 

Usai PJJ BDK Semarang, Tiga Guru MTsN 9 Bantul Bagikan Ilmu Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran

Usai PJJ BDK Semarang, Tiga Guru MTsN 9 Bantul Bagikan Ilmu Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran

Usai PJJ BDK Semarang, Tiga Guru MTsN 9 Bantul Bagikan Ilmu Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran

Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., Kepala MTsN 9 Bantul dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada ketiganya yang telah usai mengikuti PJJ Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran yang didiseminasikan. Ucapan selamat pun diberikan atas prestasi Sinta Herahmawati dan Dias Novitasari yang berhasil menjadi peserta terbaik ketiga dalam PJJ yang mereka ikuti. Lebih lanjut, Atik, sapaan akrab Kepala MTsN 9 Bantul mengatakan bahwa kegiatan diseminasi seperti ini menjadi program tindak lanjut dari guru yang mengikuti pelatihan sehingga guru lain dapat mendapatkan ilmu yang sama.

 

“Dengan berbagi, maka seseorang akan lebih memahami ilmu yang dimiliki,” papar Atik.

 

Dalam kegiatan diseminasi ini, ketiga narasumber mennyampaikan materi yang berbeda. Dias memaparkan tentang Pendekatan Saintifik secara umum dan dilanjutkan dengan materi Discovery Learning. Menurut Dias, pendekatan saintifik menuntut peserta didik untuk mengonstruk konsep, hukum, dan prinsip pembelajaran dengan pendekatan ilmiah. Menurutnya, pembelajaran di era ini seharusnya terpusat kepada peserta didik sehingga tidak melulu didikte oleh guru. Dengan melibatkan peserta didik dalam menemukan konsep dan prinsip, maka peserta didik akan lebih memahami materinya.

 

Sementara itu, Gandes menyampaikan materi tentang Problem Based Learning. Menurut Gandes, model pembelajaran ini dapat meningkatkan kerja sama tim dan berpikir kritis dari peserta didik. Dengan pembelajaran yang menyuguhkan permasalah dunia nyata sebagai pemantik, diharapkan peserta didik mampu menemukan kesimpulan dan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Menurut Gandes, pembelajaran dengan model tersebut akan lebih bermakna karena bersinggungan langsung dengan dunia nyata.

 

Terakhir, Sinta memaparkan materi tentang Project Based Learning atau pembelajaran berbasis proyek. Menurut Sinta model pembelajaran ini dapat dimanfaatkan untuk mengefektifkan pembelajaran dari beberapa mata pelajaran. Karena berbasis proyek, peserta didik dapat menuntaskan beberapa kompetensi yang berbeda dalam satu proyek yang sama. Selain itu, model yang mengarahkan peserta didik untuk merancang, melaksanakan, dan melaporkan kegiatannya secara berkelompok ini dapat meningkatkan pola berpikir kritis dan kerja sama antaranggota tim.

 

Kegiatan diseminasi yang diikuti oleh guru MTsN 9 Bantul, MTsN 8 Sleman, dan MTs Ibnu Qoyyim Putra tersebut berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. (and)

Kontributor : MTSN9BANTUL
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 40

Bagikan