Sapa Pagi, Kakan Wahib Jamil Ajak Kerja dengan Spiritual


Sapa Pagi, Kakan Wahib Jamil Ajak Kerja dengan Spiritual
Kategori : KABUPATEN/KOTA
Tanggal : 2021-08-03 23:18:19

Kulon Progo (Kankemenag) – Bekerja harus dengan spiritualitas, tidak hanya dengan pikir dan tenaga. Semua harus dilakukan dengan hati. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. menyampaikan hal itu dalam Sapa Pagi (Sharing Aktivitas Pegawai Agama Tentang Program, Asa, Gagasan, dan Informasi) yang digelar secara daring via Zoom Meeting, Senin (2/8/2021).

“Bekerja harus dengan spiritualitas, tidak hanya dengan pikir dan tenaga. Semua harus dilakukan dengan hati/ruh. Niatkan untuk ibadah, lakukan dengan bahagia, ambil hikmahnya. Bangun hubungan dengan hati, satukan kerja dengan ibadah dan doa,” ungkapnya.

Selain itu, Kakan berharap agar dalam bekerja sebagai pelayan masyarakat dengan Ceria: cepat, efektif-efisien, ramah-religius, ikhlas-integriras, amanah-akuntabel. Selain itu juga dengan mempesona: membangun moderasi, profesional, normatif, dan akuntabel.

Dalam rangka menuju Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi, Wahib Jamil mengajak seluruh jajarannya untuk mewujudkan integritas. “Wujudkan integritas dalam berbagai aspek, memberikan pelayanan prima yang memuaskan, menjaga citra Kemenag, mengimplementasikan lima budaya kerja, serta membangun sinergi dengan instansi terkait, masyarakat, dan mitra kerja,” harap Kakan.

“Selanjutnya untuk menuju Kankemenag Kulon Progo New Public Service (NPS), kita harus melakukan penguatan moderasi menuju Kulon Progo sadar kerukunan. Transformasi digital menuju Cyber Kankemenag Kulon Progo. Revitalisasi KUA menuju Pusaka (Pusat Layanan Keagamaan). Akselerasi peningkatan kualitas pendidikan. Kemandirian pesantren (Pesantren Go Public dengan ciri khas Kulon Progo). Serta sinergitas program dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam arah pembangunan. Hal ini selaras dengan tujuh program prioritas Kementerian Agama,” imbuhnya.

“Kuncinya, kita harus merubah mindset pola kerja. Kerja herarki menjadi relasi. Gaji dan tunjangan bukanlah bonus atau hadiah, tetapi wujud dari kinerja. Kinerja yang maksimal bisa tercapai jika kita selesai terhadap diri sendiri. Keluarga, masyarakat, dan kantor harus menjadi satu kesatuan yang saling menunjang, bukan bertentangan. Dengan demikian diharapkan akan benar-benar membawa kemajuan bagi Kankemenag Kulon Progo secara khusus, dan umumnya bagi bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Jamil. (abi/tnf)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 41

Bagikan