Rakor Penyuluh Agama, Kakanwil Ingatkan Penanganan Covid 19 sebagai Tugas Bersama


Rakor Penyuluh Agama, Kakanwil Ingatkan Penanganan Covid 19 sebagai Tugas Bersama
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2021-07-28 18:55:13

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY) – Kanwil Kementerian Agama DIY saat ini telah memiliki tagline yakni Kemenag Yogya Mempesona. Kepanjangan dari Membangun, Moderasi, Profesional, Normatif, dan Akuntabel. Selain itu sebelum mulai bekerja, para pegawai harus menyiapkan KOPI artinya Kerja keras, Optimis, Pantang menyerah, dan tunjukkan bahwa kita adalah pegawai yang ber-Integritas.

Demikian kalimat pengantar yang disampaikan Kakanwil Dr. H. Masmin Afif, M.Ag saat memberikan arahan dan sambutan dalam Rakor dan Pembinaan bagi Pembimas dan Penyuluh Agama PNS dan NON PNS, Rabu (28/7/2021). Hadir secara virtual dalam kegiatan tersebut Kabag TU Arief Gunadi, Kasubbag Umum dan Humas Abd Su'ud, para pembimas dan penyuluh agama PNS dan Non PNS. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 115 partisipan secara daring melalui zoom meeting.

Kakanwil mengingatkan para penyuluh agar bekerja secara profesional sehingga mampu memberikan penyuluhan agama yang menyejukkan di tengah-tengah kehidupan umat beragama di DIY. Profesionalitas dan kinerja kita sangat ditunggu oleh masyarakat.

“Mari kita melaksanakan tugas-tugas sesuai regulasi, peraturan-peraturan yang ada. Jangan sampai kita melakukan tugas dengan menerjang aturan yang ada. Hal itu tidak akan menjadikan hidup kita tenang. Ketenangan batianiah sangat diharapkan khususnya di masa pandemi saat ini. Sehingga hukum harus dijadikan panglima aturan regulasi harus ditaati bersama,” jelas Kakanwil.

Seluruh pekerjaan dan tugas kita harus bisa dipertanggungjawabkan. Tidak hanya pada atasan namun juga kepada masyarakat dan khususnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mari kita terus membangun moderasi beragama.

Ia juga menegaskan, saat ini kita dituntut untuk bekerja cepat yakni GPL (Gak Pakai Lama). “Ketika ada tugas harus segera direspon dengan baik. Mengikuti satu arah, satu komando, satu gerak, satu irama agar program yang telah dicanangkan bisa diselesaikan bersama,” tandasnya.

Kita diharuskan untuk mensosialisasikan SE Menag Nomor 20 Tahun 2021, yang intinya hanya dua. Pertama, kampanye protokol kesehatan 5 M. Agar kita mampu berkontribusi dalam penurunan penyebaran Covid 19 varian delta. Dalam fase kedua PPKM Darurat Jawa Bali yang diperpanjang mulai 26 Juli – 2 Agustus 2021. “Penanganan Covid semata-mata bukan hanya tugas pemerintah tetapi tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.

Kedua, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2021 dan SE No 21 Tahun 2021. Wilayah yang terpapar Covid 19 level 4, pelaksanaan ibadah untuk sementara dilakukan di rumah masing-masing. Dengan istilah, meniadakan kegiatan ibadah di tempat ibadah. Diminta para tokoh agama menyampaikan hal ini kepada masyarakat. Dalam rangka untuk menjaga agar keluarga terhindar dari terpapar Covid 19. (tnf)

 

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 101

Bagikan