Doa Bersama FKDT, Kakanwil Ajak Semua Komponen Berperan Lawan Covid-19


Doa Bersama FKDT, Kakanwil Ajak Semua Komponen Berperan Lawan Covid-19 Kakanwil Masmin Afif memberikan sambutan
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2021-07-24 23:26:23

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) DIY bekerjasama dengan DPP FKDT menggelar Doa bersama dan mujahadah asmaul husna secara virtual dengan tema ‘Doa bersama bersatu melawan Corona’, Sabtu (24/7/2021). Kegiatan berlangsung secara online melalui aplikasi Zoom. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kanwil Kemenag DIY, Dr. Masmin Afif, M.Ag.

Dalam sambutan, Kakanwil mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat mulia untuk melengkapi ikhtiar pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Ia mengungkap doa merupakan ikhtiar batin yang bisa dilakukan.

Doa Bersama FKDT, Kakanwil Ajak Semua Komponen Berperan Lawan Covid-19

“Penangan Covid bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi butuh peran serta berbagai lapisan masyarakat,” ungkap Masmin. Menurutnya varian Covid terbaru merupakan varian yang cepat menular tujuh kali lebih cepat dari varian sebelumnya. Maka ia berharap doa bersama dan mujahadah Asmaul Husna dapat menjadi jalan agar doa-doa diijabah.

Masmin menyampaikan saat ini Menteri Agama telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan 5 M. Berbagai komponen diharapkan ikut secara masif bisa membantu sosialisasi dan penerapan surat edaran tersebut.

Sedangkan Ketua Umum DPP FKDT, Lukman Hakim, M.Si. berharap para pengelola madrasah diniyah takmiliyah (MDT) mematuhi kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Termasuk larangan melakukan kegiatan tatap muka. Saat ini ada sekitar 84.000 MDT yang ada di seluruh Indonesia dan mayoritas di pedesaan.

Lukman menyebut mayoritas ustadz MDT mengalami keterbatasan dalam sarana untuk pembelajaran online. “Rata-rata bisyaroh untuk ustadz MDT secara nasional sekitar Rp100.000 per bulan. Masih jauh dari upah minimum regional (UMR),” ungkapnya. Untuk itu ia berharap ada perhatian dari pemerintah khususnya melalui Komisi 8 yang menjadi mitra Kementerian Agama dalam penentuan anggaran.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi 8 Yandri Susanto pihaknya memberi masukan kepada pemerintah untuk proses pembelajaran bisa dilakukan evaluasi dan jika memungkinkan bisa dilaksanakan secara offline untuk menghindari lost generation. Terkait dengan anggaran, Yandri menyebut beberapa yang sudah disepakati antara lain adalah pencairan BOP untuk TPQ dan MDT. “Saya terus bersama Menteri Agama terus melobi agar BOP untuk MDT agar tetap ada,” tutur legislator dari Fraksi PAN tersebut.

Doa dan mujahadah dipimpin Habib Syakur, M.Ag. Selain Kakanwil turut ikut dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Buchori Muslim, Kepala Seksi di lingkungan Kanwil maupun Kantor Kemenag Kabupaten/Kota serta Ketua DPW FKDT DIY, Marwan Hamid. [eko]

Kontributor : Eko Triyanto
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 132

Bagikan