Doa Bersama Umat Kristen, Kakanwil: Upaya Riil Penanganan Covid 19


Doa Bersama Umat Kristen, Kakanwil: Upaya Riil Penanganan Covid 19
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2021-07-21 20:44:33

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY) – Pemerintah telah berusaha maksimal untuk menangani penyebaran Covid 19. Dampak Covid telah memporak-porandakan segala segi kehidupan manusia sehingga kita diminta untuk Pray From Home (PFH). Penangan Covid 19 tidak semata-mata menjadi kewajiban pemerintah tetapi juga kewajiban seluruh komponen masyarakat, agar varian Delta saat ini bisa segera tertangani dengan baik.

Hal ini disampaikan Kepala Kanwil Kemenag DIY Dr. H. Masmin Afif, M.Ag saat memberi sambutan secara virtual dalam Doa Bersama Umat Kristen untuk Keselamatan Bangsa dan Negara serta Sosialisasi Surat Edaran Menag Nomor 17 Tahun 2021 pada Rabu (21/7/2021) sore.

Doa Bersama Umat Kristen, Kakanwil: Upaya Riil Penanganan Covid 19

Doa Bersama Umat Kristen, Kakanwil: Upaya Riil Penanganan Covid 19

Kegiatan yang diinisiasi Pembimas Kristen Dra. Sri Gunarti Sabdaningrum, M.Pd.K berlangsung di Ruang Multimedia GKJ Demakijo Sleman secara hybrid meeting (daring dan luring). Dihadiri Pembimas Kristen, para pendeta, para pelaksana Bimas Kristen Kanwil Kemenag DIY dan Kankemenag Kabupaten/Kota se-DIY, dan masyarakat kaum Nasrani.

Dalam kesempatan tersebut Kakanwil menyampaikan bahwa DIY saat ini termasuk 1 dari 10 provinsi yang menempati penyebaran Covid 19 tertinggi. “Maka seharusnya kita sebagai umat beragama untuk ikut terus berpartisipasi konkret pada penyebaran Covid 19,” tegasnya.

Sudah banyak korban yang berjatuhan baik dari kalangan masyarakat, tenaga medis, bahkan keluarga yang terdampak akibat penyebaran Covid yang begitu masif. “Dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat terlebih mulai hari ini Rabu (21/7/2021) hingga Minggu (25/7/2021), Presiden Jokowi telah mengambil keputusan untuk memperpanjang PPKM wilayah Jawa-Bali, semata-mata untuk menurunkan banyaknya korban yang berjatuhan,” ungkapnya.

Untuk itu Kementerian Agama mengeluarkan SE Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021. Sebagai ASN harus mendukung penuh SE Menag tersebut. Maka mulai kemarin teman-teman muslim tengah bekerja keras supaya SE Menag bisa diimplementasikan.

Menag berharap, kegiatan Malam Takbiran, Perayaan Idul Adha, dan Penyembelihan Hewan Kurban tidak menjadi klaster-klaster baru penyebaran Covid 19. “Untuk itu pada hari Rabu dan Kamis, kami mendapat tugas untuk melakukan pemetaan potensi pelanggaran SE Menag dan diperoleh data yakni jumlah tempat ibadah yang masih menyelenggarakan shalat jumat berkisar 42 %, artinya potensi pelanggaran masih cukup tinggi.

“Dua hari sebelum Idul Adha terus dilakukan roadshow, pendekatan kepada tokoh-tokoh agama yang melibatkan seluruh pejabat yang beragama Islam, mulai dari jajaran pejabat di Kanwil, Kankemenag Kabupaten/Kota, Kepala KUA, Penghulu, dan Penyuluh. Dengan kerja keras tersebut, potensi pelanggaran SE Menag Nomor 17/2021 mendapatkan hasil yang cukup lumayan drastis,” tandasnya.

Pada tanggal 20 Juli 2021, potensi pelanggaran turun dari 42 % menjadi 4 %. Sungguh upaya yang luar biasa patut disyukuri. Dengan demikian kita telah ikut andil secara riil menekan laju penyebaran Covid 19. “Kami berharap kepada umat Kristiani, mari kita wujudkan dukungan riil kita umat beragama. Untuk sementara kita lakukan ibadah di rumah masing-masing sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19. (tnf)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 126

Bagikan