Gelar Wisuda, Siswa MI Al Falaah Dilempar Xiomi dan Hujan Amplop


Gelar Wisuda, Siswa MI Al Falaah Dilempar Xiomi dan Hujan Amplop
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-06-24 21:04:49

Kulon Progo (MI Al-Falaah) – MI Al Falaah Muhammadiyah Kaliwiru tetap menyelenggarakan wisuda tertutup meski surat edaran larangan pertemuan tatap muka sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Propinsi DIY.  Pihak madrasah gagal meniadakan acara karena manuai masukan dari wali.  Permohonan wali dilayangkan pihak madrasah agar tetap menyelenggarakan kegiatan wisuda meskipun singkat untuk memberikan bebungah kepada siswa yang telah lulus. Persiapan saat itu memang sudah 70% dan undanganpun dibatasi 35 orang dengan ruangan seluas  Hal ini disampaikan oleh Kepala MI Al Falaah, Yeni Muharromah dalam sambutan pembukaan selama prosesi berlangsung di Aula Madrasah,  Senin (21/6/2021)

“Kami lanjutkan penyelenggaraan dengan melayangkan surat ke gugus covid.  Selain itu, penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat mulai dari cuci tangan, ukur suhu, jaga jarak, dan memakai masker. Acara dilakukan secara singkat kurang lebih 1,5 jam sudah termasuk sesi foto,” ungkap Yeni.

Yeni juga menyampaikan terima kasih kepada wali murid atas kepercayaan untuk memfasilitasi putra-putri dalam mengembangkan kemampuan spiritual, emosional, dan intelektual. “Semua guru berharap bahwa kemampuan peserta didik dari segi hafalan, shalat, dan kebiasaan lain serta prestasinya terus ditingkatkan serta berkelanjutan,” imbuhnya.

Setelah prosesi wisuda siswa, lulusan dihujani ucapan selamat dan hadiah penghargaan antara lain piala prestasi dari pihak madrasah, 3 terbaik beasiswa dari Ranting Muhammadiyah Tuksono, dan semua lulusan diberikan beasiswa dari Dukuh Kaliwiru, Sri Sulastri.  Carik Tuksono, Tri Setyaningsih, S.Pd. juga tidak mau ketinggalan. Ia  memberikan semangat kepada lulusan dan guru untuk terus tingkatkan prestasi.  Sekdes memberikan 1 buah handphone android baru untuk lulusan dengan spesifikasi nilai terendah. Asumsinya semua telah berjuang belajar. Yang dapat nilai terendah pun juga berjuang.  Kebetulan nilai terendah adalah anak panti yang dulu putus sekolah.

Wali juga mengucapkan banyak terima kasih sudah mengakomodir keinginan mereka dan menyampaikan bahwa tidak kecewa terhadap pelayanan yang diberikan.  Acara ini juga dihadiri Lazis UNISIA.  (ymr/tnf).

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 14

Bagikan