Kabag TU Optimis, Zakat akan Berkontribusi untuk Pembangunan


Kabag TU Optimis, Zakat akan Berkontribusi untuk Pembangunan
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2021-05-06 19:03:19

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY) – Tahun ini BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota mengalami peningkatan dalam hal kinerja dan prestasi. Pencapaian tersebut sebagai penanda bahwa masyarakat semakin percaya dan yakin untuk menyerahkan zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS DSKL) melalui BAZNAS.

Demikian kalimat pembuka yang disampaikan Kabag Tata Usaha Muhammad Wahib Jamil usai menyerahkan penghargaan pengelolaan ZIS DSKL Tahun 2020 kepada Ketua Baznas DIY dan Kabupaten/Kota, Kamis (6/5/2021) di Ruang Aula Kanwil Kementerian Agama DIY.

Kabag TU Optimis, Zakat akan Berkontribusi untuk Pembangunan

Kabag TU Optimis, Zakat akan Berkontribusi untuk Pembangunan

Lebih lanjut pihaknya mengingatkan di masa pandemi pada jajaran pengurus BAZNAS agar tetap mematuhi protokol kesehatan dalam berbagai aktivitasnya. “Ada 3 S yang perlu dilakukan. Pertama, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak terkena tsunami Covid 19 seperti di India. Kedua, memberikan suri teladan bagi masyarakat. Memberikan contoh dan teladan terkait penerapan protokol kesehatan. Ketiga, meningkatkan sprititualitas dalam kaitan dengan kualitas ibadah.

Kabag TU menegaskan bahwa Pelayanan Zakat dan Wakaf merupakan salah satu dari 10 program prioritas, revitalisasi pelayanan keagamaan. Ia juga kembali mengingatkan kepada seluruh ketua BAZNAS agar selalu bekerja sama, bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat. “Saya yakin dan optimis, suatu saat nanti, zakat akan berkontribusi utama untuk pembangunan bangsa dan negara,” tandasnya di akhir sambutan.

Sebelumnya Plt. Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Nur Rochman menyampaikan dalam laporannya bahwa Amil (BAZNAS dan LAZ) se-DIY sebanyak 42 terdiri: 6 BAZNAS DIY dan Kabupaten/Kota, telah sesuai dengan UU 23/2011 dan PP 14/2014. LAZ sejumlah 36, yang sudah mengantongi izin Kementerian Agama sebanyak 31 sementara sisanya belum berizin.

ZIS DSKL yang berhasil dipungut oleh BAZNAS dan LAZ se-DIY tahun 2020 terkumpul sejumlah Rp 143.022.062.049. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebanyak 127,8% disbanding pungutan ZIS DSKL tahun sebelumnya.

“Pengelolaan ZIS DSKL BAZNAS DIY dan Kabupaten/Kota tahun 2020 telah dilakukan audit keuangan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dan memperoleh opini Wajar/WTP,” jelasnya.

Dalam laporannya, Kabid Penais juga menyampaikan hasil pengukuran Indek Zakat Nasional (IZN) BAZNAS dan LAZ se-Indonesia yang meliputi dua bidang, yakni IZN Kepatuhan Syariah dan IZN Transparansi. Di sela acara, Kabag TU didampingi Kabid Penais Zawa menyerahkan penghargaan kepada Ketua BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun hasil IZN sebagai berikut:

Untuk IZN Kepatuhan Syariah, peringkat 1 tingkat DIY diraih BAZNAS DIY dengan nilai 0,79. Peringkat 2 BAZNAS Kabupaten Sleman (0,78). Peringkat 4, BAZNAS Kota Yogyakarta (0,70). Peringkat 5, BAZNAS Kabupaten Gunungkidul (0,69). Peringkat 6, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo (0,60). Peringkat 7, BAZNAS Kabupaten Bantul (0,52).

Sementara untuk IZN Transparansi, data yang dikeluarkan hanya urutan 1 s/d 20 Indek Transparansi Tingkat Nasional. Dengan rincian sebagai berikut:

  1. BAZNAS Kota Yogyakarta, kategori Indeks Transparansi Dimensi Manajemen, peringkat 2 tingkat Nasional dengan nilai 0,92;
  2. BAZNAS DIY, kategori Indek Transparansi Dimensi Manajemen, peringkat 3 tingkat Nasional dengan nilai 0,70;
  3. BAZNAS Kota Yogyakarta, kategori Indek TRansparansi BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, peringkat 7, nilai 0,89;
  4. BAZNAS DIY, kategori Indek Transparansi BAZNAS Provinsi se-Indonesia, peringkat 8, nilai 0,66.
  5. BAZNAS DIY, kategori Indek Transparansi Keuangan, peringkat 8 tingkat Nasional, nilai 0,63;
  6. BAZNAS Kota Yogyakarta, kategori Indek Transparansi, peringkat 10 tingkat Nasional, nilai 0,89;
  7. BAZNAS DIY, kategori Indek Transparansi Manajemen, peringkat 10 tingkat Nasional, nilai 0,84;
  8. BAZNAS DIY, kategori Transparansi peringkat 10 tingkat Nasional, nilai 0,79;
  9. BAZNAS Kabupaten Sleman, kategori Indek Transparansi BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia peringkat 11, nilai 0,85;
  10. BAZNAS Kota Yogyakarta, kategori Transparansi Keuangan, peringkat 15 tingkat Nasional, nilai 0,88;
  11. BAZNAS Kabupaten Sleman, kategori Indek Transparansi BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, peringkat 20, nilai 0,85.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kabid Urais Bimsyar, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten/Kota, Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Kabupaten/Kota, Ketua BAZNAS DIY se-DIY, Pimpinan Bank BPD Syariah, dan Pimpinan KAP Kumala Hadi. (tnf)

 

 

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 235

Bagikan