Topan Hidayat, Manfaatkan Upah Atlet Hoki Untuk Penuhi Kewajiban Pelajar MAN 2 Bantul


Topan Hidayat, Manfaatkan Upah Atlet Hoki Untuk Penuhi Kewajiban Pelajar MAN 2 Bantul Topan menyelesaikan PTS dan menyetorkan hafalan Tahfidz di kediamannya
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-04-06 14:12:31

Bantul (MAN 2 Bantul)– Mengingat pentingnya pendidikan dalam kehidupan, maka seluruh komponen pendidikan seperti: kurikulum, guru, siswa, sarana sekolah dan fasilitas sekolah, lingkungan keluarga dan peran orang tua menjadi sangat strategis dalam pencapaian prestasi belajar siswa. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi motivasi belajar adalah kondisi ekonomi orang tua. Faktor tersebut dapat berdampak positif dan negatif dalam pendidikan anak. Oleh karenanya, orang tua tentunya akan berusaha semaksimal mungkin dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.

Lain halnya dengan salah satu siswa kelas X IPS 1, yakni Topan Hidayat. Ia merupakan salah satu siswa yang memiliki motivasi tinggi untuk belajar di MAN 2 Bantul di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya. Masa pandemi ini menuntut Topan untuk bijak dalam membagi waktu. Siswa yang merupakan atlet hoki ini mengatakan jika dirinya membagi waktunya dengan berbagai kegiatan, “Mulai pukul 07.00 hingga 15.00 saya membantu keluarga berjualan makanan di angkringan, setelah itu ibu saya yang menggantikan berjualan. Karena hp saya rusak, selepas berjualan saya mengerjakan tugas di warnet kira-kira pukul 15.00 WIB hingga selesai, bahkan terkadang sampai jam 19.00 malam karena antri di sana Bu,” ucapnya. “Saya belajar bagaimana harus menjadi siswa yang mandiri bu. Kalo saya ikut kompetisi hoki, selain menyalurkan bakat saya, saya bisa dapat imbalan. Dari uang itu saya bisa ke warnet untuk mengerjakan LKS dan membeli bensin untuk mengumpulkan tugas ke madrasah,” lanjutnya.

Pada Selasa (6/4/2021) wali kelas X IPS 1 yakni Sumardiasih, S.Pd sekaligus guru Tahfidz, Ken Ayu Kartikaningrum, S.Ag mengunjungi kediamannya. Tujuan dari acara home visit tersebut ialah mengingatkan topan akan kewajibannya menyelesaikan PTS Tahfidz. Besar harapan orangtua pada anaknya untuk menjadi anak yang sukses di kemudian hari. Begitu juga dengan ibunya Topan, ia berharap bahwa anaknya bisa menjadi anak yang rajin dan menjadi teladan bagi siswa yang lain, oleh karenanya ia tidak menuntut anaknya untuk membantu berjualan, jika ada tugas madrasah, maka ibunya memerintahkan untuk memprioritaskan tugasnya sebagai seorang pelajar. (ken)

Kontributor : MAN 2 BANTUL
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 57

Bagikan