Geluti Bisnis Kosmetik, Siswa MAN 2 Bantul Tak Lupakan Kewajiban Sebagai Pelajar


Geluti Bisnis Kosmetik, Siswa MAN 2 Bantul Tak Lupakan Kewajiban Sebagai Pelajar Anggi, pebisnis muda sekaligus pelajar menyetorkan hafalan Tahfidz di ruang kelas kosong
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-03-30 05:50:30

Bantul (MAN 2 Bantul)- Selain perkembangan fisik dan bahasa, perkembangan yang mencakup emosi dan sosial termasuk salah satu kunci tumbuh kembang seorang remaja. Remaja di usia SLTA umumnya terlihat dengan mulai membangun identitas diri. Menurut Psikolog, anak usia 15-18 dianggap sebagai individu yang berada pada tahap yang tidak jelas dalam rangkaian proses perkembangan dirinya. Hal ini dikarenakanmereka berada pada periode transisi, yaitu dari periode kanak-kanak menuju periode orang dewasa. Masa ini biasa disebut dengan masa pubertas.

Anak dengan masa ini secara riil belum siap dikatakan sebagai orang dewasa, namun mereka juga tidak bisa menyandang dengan predikat anak-anak. Masa remaja di rentang usia ini, mulai memperlihatkan kemandirian agar tidak terus bergantung pada orangtua, salah satunya ialah Anggi Juniarti, siswa kelas X IPA 2. Anggi yang merupakan santri An-Nur, Ngrukem, menyandang status pelajar sekaligus pebisnis. Ia mengatakan bahwa ia sadar betul dengan kewajibannya seorang pelajar, namun tidak ada salahnya untuk belajar ilmu bisnis selama tidak mengganggu kewajiban utama, “Saya merasa saya sudah harus mandiri. Saya memprioritaskan kewajiban saya sebagai seorang pelajar, namun saya juga harus mulai meniti karir saya sebagai seorang pebisnis. Dengan belajar bisnis, saya belajar ilmu marketing, ilmu komunikasi dan ilmu lain yang bisa mendukung cerahnya masa depan saya,” ucapnya.

Adapun alasannya tertarik menggeluti bisnis kosmetik ialah karena kosmetik pada saat ini menempati posisi sebagai salah satu kebutuhan primer bagi wanita, baik remaja, dewasa, sosialita bahkan wanita rumahan biasa. Pada Senin (29/3/2021), siswi yang berasal dari Sumatera Selatan ini melaksanakan salah satu tugasnya sebagai seorang siswi madrasah. Anggi termasuk siswa yang aktif dalam program tahfidz, hal ini dibuktikan ia sudah menyetorkan hafalannya hingga juz satu. “Satu kali kesempatan ia bisa menyetorkan hafalannya hingga seperempat juz atau 2,5 lembar,” ucap Ken Ayu Kartikaningrum, S.Ag, guru tahfidz kelas X.(ken)

Kontributor : MAN 2 BANTUL
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 89

Bagikan